Kehabisan Tiket dari Yogya, Roy Suryo Absen ke Kemenpora

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 10:29 WIB
Kehabisan Tiket dari Yogya, Roy Suryo Absen ke Kemenpora Mantan Menpora Roy Suryo. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha era Susilo Bambang Yudhoyono, Roy Suryo hari ini seharusnya hadir di Kemenpora buat membahas soal aset negara yang diduga belum dikembalikan olehnya. Namun, ternyata kader Partai Demokrat itu urung datang dengan alasan kehabisan tiket transportasi buat menuju Jakarta.

"Pak Roy kehabisan tiket dari Yogya, jadi belum bisa hadir (ke Kemenpora)," kata kuasa hukum Roy, Tigor Simatupang di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (12/9).

Tigor belum bisa memberi bocoran terkait pertemuan hari ini dengan pihak kemenpora. Dia hanya menyebut kedatangannya masih seputar permasalahan aset antara Roy Suryo dan pihak kementerian yang sempat dia pimpin selama kurang lebih satu tahun itu.
"Nanti ya, ketemu Pak Gatot (Sekertaris Kemenpora) dulu baru saya jelaskan," kata dia


Kemenpora sudah berulang kali meminta Roy Suryo mengembalikan sejumlah aset kementerian yang dibawanya usai selesai menjabat sebagai menteri. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah mengirimkan surat ketiga buat menagih pengembalian barang kepada Roy Suryo. Sebelumnya surat serupa sudah dikirim pada 2014 dan 2016.

Roy Suryo sempat menjabat sebagai Menpora selama setahun. Dia menggantikan Andi Mallarangeng yang mundur karena terlibat kasus korupsi proyek P3SON Hambalang. Roy menjabat pada 15 Januri 2013 hingga 2014.

Meski demikian Roy membantah tudingan Kemenpora soal aset negara yang belum dikembalikan. Dia mengklaim telah menyerahkan seluruh aset Kemenpora. Politikus Partai Demokrat itu bahkan menuding Kemenpora melakukan fitnah jelang Pilpres 2019.

Supaya masalah segera selesai, Gatot mengatakan akan mengajak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) buat memberi titik terang polemik itu.
"Karena kan yang mengajukan surat dari BPK. Maka nanti kita bakal ada pertemuan dengan kuasa hukum pak Roy," kata Gatot di Kemenpora Jakarta, Senin (10/9) lalu.

Gatot menceritakan pihaknya sudah menandatangani surat per tanggal 1 Mei 2018 untuk Roy Suryo. Surat itu sudah dikirimkan baik lewat cara formal maupun informal.

Gatot menjelaskan surat secara informal yang dikirimkan sudah diterima oleh Roy. Secara Undang Undang ITE, menurut Gatot, surat itu sudah sah diterima.

"Dalam surat itu, kalau sudah di-read kan tahu. Kan ada UU ITE, saya masih ingat. Karena saya kan aslinya dari Kemenkominfo. Dokumen elektronik itu kan sah," ujar dia.

Selanjutnya lampiran yang beredar di media sosial adalah lampiran per tahun 2016. Jumlah list barang pertahun 2016 dengan yang sekarang tidak jauh berbeda.
"Memang beda-beda tipis antara yang di minta oleh BPK 2016, 2017, 2018. Meski pada 2016 saya akui pak Roy sudah kembalikan barang sejumlah barang, yang kala di senilai sekitar Rp500 juta," kata dia. (ayp)