Kamar Mewah Setnov Direnovasi, Sel Napi Diseragamkan

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Minggu, 16/09/2018 19:42 WIB
Kamar Mewah Setnov Direnovasi, Sel Napi Diseragamkan Narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto yang kini menghuni Lapas Sukamiskin. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencanangkan standarisasi kamar tahanan bagi warga binaan di Lapas Sukamiskin. Hal ini ia katakan terkait temuan Ombudsman dalam sidaknya terhadap sel mewah Setya Novanto di lapas yang berada di Bandung, Jawa Barat tersebut.

Tejo mengatakan, kamar Setnov itu akan segera dibongkar dan direnovasi sesuai dengan ukuran standarisasi yang sudah dicanangkan.

"Ke depan kami buat standarisasi kamar seluruh Lapas Sukamiskin. (Kamar Setnov) direnovasi sesuai standar kamar hunian," ujar Tejo kepada CNNIndonesia.com, Minggu (16/9).


Dalam temuan Ombudsman itu, kamar eks Ketua DPR yang merupakan terpidana kasus korupsi e-KTP tersebut terbilang mewah, karena sejumlah fasilitas di dalamnya seperti meja kerja, kamar mandi dengan kloset duduk, dinding yang dilapisi kayu, serta kamar yang luas.

Tejo mengaku kamar Setnov akan direnovasi menjadi lebih sederhana mengikuti standardari pihak Lapas Sukamiskin, dimana nantinya setiap kamar hunian warga binaan akan memiliki sejumlah fasilitas yang lebih baik.

"Standarnya itu selain kolset duduk, ada meja, ada tempat tidur, ada lemari baju, ada rak buku," ujar Tejo.

Namun Tejo tak menyebut kapan dimulainya pembongkaran kamar Setnov untuk direnovasi tersebut. Yang jelas, pembangunan kamar sesuai standar Lapas Sukamiskini akan dilakukan jika anggaran sudah tersedia.

"Lebih cepat lebih bagus," ujarnya.

Tejo mengatakan, perbaikan kamar hunian dengan standar yang dicanangkan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Meski demikian, pihaknya tak menuutup kemungkinan akan membangun kamar hunian dengan standar yang lebih baik tersebut lebih cepat tanpa menunggu anggaran negara.

"Usulan tahun depan, tapi kalau bisa diskresi, bisa saja dari bantuan pihak lain yang memberikan bantuan untuk terciptanya standaraiasai kamar hunian. Bisa saja 100 kamar saja dulu," ujar Tejo.

Lebih jauh Tejo mengatakan, Lapas Sukamiskin dibagi menjadi tiga klaster, yakni besar, sedang, dan kecil. Para narapidana yang menghuni tak hanya kasus korupsi saja, tetapi juga narapidana kasus pidana lainnya.

Tejo mengatakan kamar Setnov berada di klaster besar. Dia mengaku, hampir semua kamar-kamar di klaster besar, sedang, dan kecil itu mirip dengan sel Setnov.

"Kloset duduk dan ruang kamar seperti itu hampir ada di setiap klaster," ujar Tejo.

Untuk diketahui praktik jual beli fasilitas di Lapas Sukamiskin pernah terungkap beberap waktu lalu setelah KPK menangkap tangan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada pertengahan Juli silam.

Tak lama berselang, program televisi pun mengupas temuan sel mewah yang dihuni para napi koruptor di Lapas Sukamismin. Bahkan, dalam sidak itu Najwa Shihab menemukan kejanggalan sel yang ditempati Setya Novanto diduga palsu. Kecurigaan itu kemudian disampaikan Najwa ke Menkumham Yasonna Laoly.

Ombudsman belum lama ini melakukan sidak ke Lapas Sukamiskin dan menemukan bahwa Setnov menghuni kamar yang lebih luas dibandingkan narapidana lain di Lapas Sukamiskin.

"Kamar luas, lebih bagus, penghuni misalnya Pak Setya Novanto memang lebih luas. Ukuran saya bingung, tapi dua kali lipat dibanding lainnya," kata komisioner Ombudsman RI, Ninik Rahayu seperti dikutip Antara, Jumat (14/9).

Ninik mengatakan ruangan yang sempat terekspos media berbeda dengan kenyataan. Namun pada saat melakukan inspeksi tidak ditemukan fasilitas khusus lain di ruangannya seperti pendingin ruangan, televisi maupun barang yang dilarang. (osc)