Sandiaga Diklaim sebagai Ulama Tanpa Titel Kiai Haji

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 04:07 WIB
Sandiaga Diklaim sebagai Ulama Tanpa Titel Kiai Haji Calon wakil presiden Sandiaga Uno diklaim sebagai ulama. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno adalah seorang ulama, meski tanpa titel kiai haji (KH).

Pernyataan tersebut menanggapi ucapan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Ulama Yusuf Martak yang menyebut calon wakil presiden dari kalangan ulama memecah belah umat Islam.

Calon presiden Joko Widodo memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019. Ma'ruf merupakan tokoh ulama yang cukup disegani.


Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak mengusung ulama sama sekali. Namun pasangan ini didukung GNPF Ulama karena menandatangani pakta integritas yang disodorkan pada Ijtima Ulama II Minggu (16/9) lalu.

Menurut Hidayat, definisi ulama adalah seorang yang paham akan ilmu pengetahuan. Ulama menurutnya, tidak hanya terkait dengan seorang yang ahli dalam keilmuan Islam.


"Tentang ulama itu hanya ada dua penyebutan, satu dalam surat Al Fathir dan satu dalam surat As Syuro. Kedua-duanya justru ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah yaitu dalam surat As Syu'ara, dan surat Al Fathir itu justru science, scientist," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/9).

"Jadi kalau kemudian Pak Sandi, menurut saya, Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi," ujar Hidayat.

Sandiaga Diklaim sebagai Ulama Tanpa Titel Kiai Haji Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Hidayat melanjutkan perilaku Sandi sehari-hari juga menunjukan seorang ulama. Sandi dinilai menjalankan ajaran agama dengan baik. Dia mengatakan Sandi melaksanakan salat, puasa Senin-Kamis, salat sunah, menghormati orang tua, dan berakhlak baik.

"Beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama," katanya.


Kendati begitu Sandi tidak memiliki titel Kiai Haji (KH) di depan namanya sepertu ulama-ulama lain. Hidayat mengatakan gelar itu tidak didapat Sandi karena dia tidak mengenyam pendidikan di komunitas tradisional keulamaan.

"Bahwa kemudian beliau tidak bertitel KH karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan. Tapi sekali lagi menurut saya sih keinginannya adalah sesungguhnya tidak untuk menghadirkan konflik antara pihak-pihak yang kemudian disebut sebagai ulama," ujarnya.

"Ya, sudah lah ada Kiai Ma'ruf Amin di sana, tapi di sini ada Pak Sandi yang sesungguhnya secara esensial beliau juga melakukan tindakan-tindakan perilaku yang para ulama itu sendiri," klaim dia.
(sah/pmg)