Bantah Kwik, Hasto Klaim Jokowi Terima Masukan Ekonomi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 15:14 WIB
Bantah Kwik, Hasto Klaim Jokowi Terima Masukan Ekonomi Politisi PDIP dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim Presiden Joko Widodo menjalankan sejumlah platfom ekonomi yang disarankan oleh politisi PDIP Kwik Kian Gie. Menurutnya, hal tersebut dibuktikan lewat sejumlah kebijakan yang dibuat Jokowi selama ini.

Hal itu mananggapi alasan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perindustrian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menjadi penasihat ekonomi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Yang jelas dilaksanakan dan dijalankan," ujar Hasto di Restoran Upnormal, Jakarta, Selasa (17/9).
Hasto membeberkan platform ekonomi Kwik yang diterapkan oleh Jokowi, yakni program pembangunan dari pinggiran. Ia juga menyebut Jokowi menjalankan program pembangunan lewat kreatifitas, hingga program pembangunan infrastruktur.


"Itu kan juga merupakan bagian dari gagasan-gagasan Pak Kwik," ujarnya.

Selain ketiga program itu, Hasto menyebut Jokowi menajalankan program renegosiasi saham freeport, kepemilikan Blok Rokan, hingga Blok Mahakam. Atas program itu, ia menyebut Indonesia memiliki kedaulatan di dalam mengusahaan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.

"Jadi kami bukan hanya mendengarkan, tapi kami malah melaksanakan itu," ujar Hasto.
Di sisi lain, Hasto menyebut politik ekonomi yang digagas Kwik berbeda dengan yang dimiliki oleh kubu Prabowo-Sandiaga. PDIP, kata dia, tidak mempermasalahkan Kwik membagikan platform ekonominya kepada kubu Prabowo-Sandiaga.

"Jadi tidak masalah. Itu sharing terhadap gagasan-gagsan untuk Indonesia itu kan baik-baik saja," ujarnya.

Sekjen PDIP tanggapi keputusan Kwik Kian Gie gabung tim Prabowo-Sando. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Terkait dengan hal itu, Hasto juga Kwik masih terdaftar sebagai kader PDIP. Menurutnya, PDIP tidak membatasi kadernya untuk bertemu dengan bakal calon presiden Prabowo, selaku penantang Jokowi yang diusung PDIP di Pilpres 2019.

"Pak Kwik masih menjadi anggota PDIP," ujar Hasto.

Lebih dari itu, Hasto menilai tindakan Kwik bertemu Prabowo tidak dinilai sebagai politik dua kaki. Sebab, ia menyebut Kwik memiliki hak untuk menyampaikan gagasan ekonomi kepada semua pihak, baik kepada kubu Jokowi atau Prabowo.

"Inikan bicara tentang kebijakan perekonomian Indonesia yang juga digagas Pak Kwik," ujarnya.
Pernyataan Hasto ini berbeda dengan pengakuan Kwik yang mengaku pernah memberi saran untuk Jokowi ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta meskipun tak ada respons sama sekali. 

Kwik mengatakan kesempatan bertemu Jokowi ketika itu pada acara pemakaman Taufik Kiemas pada 2013 silam. Saat itu Jokowi masih menjabat posisi gubernur. Lalu Kwik yang punya waktu berbincang memberi masukan kepada Jokowi. 

"Bapak kan, sekarang jadi gubernur dan sangat populer, tolong gunakan popularitas itu untuk kepentingan partai dan kepentingan negara, bicaranya jangan soal DKI saja," ujar Kwik saat menggelar konferensi pers di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/9). 

Tawaran itu bersambut. Kwik kemudian dengan senang hati mengirim sejumlah bahan kajian berupa salinan dokumen fisik dan salinan lunak. Namun dia tak mendapat kabar apapun dari Jokowi. 

"Kebetulan saya punya banyak sekali bahan karena kebetulan saya lama sekali ketua Litbang PDIP, Ketua DPP, mewakili PDIP sebagai Wakil Ketua MPR, langsung saya kirim dokumen segepok hard copy plus banyak sekali soft copy, satu kata pun tidak bereaksi, tidak ada sambutan apa pun," kata Kwik.
(panji)