Koalisi Prabowo-Sandi Gunakan Nama 'Adil Makmur'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 21:47 WIB
Koalisi Prabowo-Sandi Gunakan Nama 'Adil Makmur' Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai pengusung bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN sepakat menggunakan nama Koalisi Adil Makmur dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Nama koalisi yang disepakati dan tagline adalah adil makmur bersama Prabowo-Sandi," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai pertemuan pimpinan partai politik pengusung Prabowo-Sandi di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (18/9).

Muzani mengatakan nama tersebut dipilih karena persoalan bangsa dan negara yang terjadi saat ini adalah masalah keadilan ekonomi, hukum dan kemakmuran. Persoalan keadilan tersebut, kata Muzani, adalah sesuatu yang menjadi cita-cita bagi rakyat.



Selain itu, nantinya visi misi Prabowo-Sandi juga akan menitikberatkan pada pembangunan keadilan rakyat.

"Sehingga kita bersungguh-sungguh dalam kehidupan berbangsa bernegara," kata Muzani.

Muzani memastikan ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi akan dijabat Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Djoko Santoso. Selain itu, ia menerangkan rencananya, sekretariat nasional Koalisi Adil Makmur akan berlokasi di jalan TB Simatupang nomor 22, Jakarta Selatan.

"Selanjutnya untuk tim pemenangan akan disempurnakan lagi besok karena ada masukan, itu sangat berarti dan akan sampaikan draf tanggal 20 September di KPU," katanya.

Muzani menambahkan anggota tim pemenangan akan 'gemuk.'

"Pokoknya ratusan. Besok Sekjen (partai) akan ketemu akan finalisasi karena animo relawan besar sehingga masih minta disempurnakan," katanya.

Dalam rapat itu, koalisi juga menyetujui bahwa kepala daerah di bawah parpol koalisi tidak masuk dalam tim koalisi.

"Kami minta berkonsentrasi pimpin daerah karena tanggung jawabnya adalah pimpin daerah-nya soal Pilpres, biar Parpol di daerah. Kalau soal pilihan biar itu kembali ke kepala daerah. Saya kira mereka sudah tahu dan mengerti apa yang harus dilakukan" katanya.

(tst/ugo)