Fahri Sebut Enggar Disetir soal Impor Beras

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 17:34 WIB
Fahri Sebut Enggar Disetir soal Impor Beras Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut Mendag Enggartiasto Lukita dikendalikan 'sesuatu' sehingga mengimpor 2 juta ton beras yang tak sejalan dengan Bulog. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dikendalikan 'sesuatu' untuk mengimpor 2 juta ton beras. Pasalnya, ia menilai keputusan Kementerian Perdagangan tidak sejalan dengan Perum Bulog.

"Mendagnya di-drive oleh sesuatu yang kita tidak tahu, mengimpor sendiri," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9).

Fahri menuturkan Enggar seharusnya berkonsultasi dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelum mengambil keputusan untuk mengimpor beras. Pasalnya, kata Fahri, Budi dan Amran merupakan pihak yang paling mengetahui ketersediaan beras bagi masyarakat.



Impor beras, kata Fahri, hanya bisa dilakukan jika dua pihak tersebut menyatakan ketersediaan beras nasional tidak mencukupi dalam waktu panjang.

Fahri Sebut Enggar Dikendalikan 'Sesuatu' Untuk Impor BerasEnggartiasto Lukita. (CNN Indonesia/Safir Makki)
"Perut aman atau tidak itu tanyanya Bulog. 'Eh Pak Budi, itu gudang lo gimana? Ada isinya gak?', Pak Budi bilang 'gudang saya masih penuh Pak'. 'Kalau gudang lo penuh artinya cukup, oke. Berapa bulan bertahan? Sekian bulan'. Tanya Mentan, 'Produksi berapa dari petani lo? Sekian, oke. Karena gudangnya penuh maka tidak perlu impor'," ujar Fahri bermonolog seolah itu adalah dialog imajinasi antara Mendag dengan Dirut Bulog dan Mentan soal ketersediaan beras.

Terkait polemik impor beras itu, Fahri juga menyinggung soal antimafia pangan yang dikampanyekan pemerintah. Ia menilai hal tersebut sia-sia ketika ada masalah di internal pemerintah dalam mengelola ketersedian beras nasional.

"Mafia katanya sudah ditangkap semua. Ini omong kosong gitu. Siapa yang kerja menyelesaikan masalah. Tidak ada yang menyelesaikan masalah. Tapi menghibur rakyat dngan menciptakan masalah yang tidak ada," ujar politikus PKS tersebut.

Lebih dari itu, ia mempertanyakan kemampuan Presiedn RI Joko Widodo (Jokowi) dalam mengurus anak buahnya lantaran konflik tersebut.

"Masa tiga menteri saja tidak bisa diurus. Bagaimana urus menteri yang lain," ujarnya.

Sebelumnya, Budi Waseso menyatakan menolak impor beras sebanyak 2 juta ton yang diputuskan Kemendag. Pensiunan jenderal polisi itu pun mengancam Perum Bulog tidak akan menampung beras impor tersebut di gudang Bulog.

"(Beras impor yang dibeli Kemendag) Tidak akan (disimpan) di gudang Bulog, tapi di kantor Kemendag," ujar Buwas.

Buwas beralasan stok beras di gudang Perum Bulog masih aman hingga tahun depan.

Sementara itu, pada waktu dan tempat terpisah, Enggartiasto mengklaim telah mengecek kondisi gudan petani di daerah penghasil beras di sepanjang Pantai Utara Jawa Barat. Ia menyebut stok gabah di gudang-gudang tersebut disebut terbilang minim bahkan nyaris kosong.Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan impor beras hingga dua juta ton di tahun ini.

"Saya datang satu per satu ke gudang di daerah sepanjang perjalanan Jakarta sampai Cirebon, lewat darat. Saya masuk ke gudang anggota Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi). Hanya ada satu ton, dua ton, artinya kosong," ujar Enggar saat berkunjung ke Kantor Transmedia, baru-baru ini.Enggar mengaku saat ini persoalan data beras memang masih menjadi masalah. Belum ada data pasti yang bisa menunjukkan produksi beras di dalam negeri secara pasti. 
"Persoalan memang di data. Masalahnya apa sekarang? Impor ribut, tidak impor juga ribut. Tapi kalau tidak impor, ada risiko social unrest jika pemerintah tak bisa memenuhi kebutuhan beras," katanya.

Saat ini, menurut Enggar, stok beras di gudang Bulog memang mencapai sekitar 2,1 juta ton. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 800 ribu ton yang merupakan beras produksi dalam negeri. Sisanya, merupakan beras impor.

Berdasarkan data Kemendag, impor beras yang telah masuk hingga paruh pertama tahun ini mencapai 1 juta ton. Sedangkan untuk semester kedua ini--hingga bulan lalu--sekitar 300 ribu ton beras tercatat sudah masuk ke dalam negeri. Dengan demikian, total impor beras yang sudah masuk hingga saat ini mencapai 1,3 juta ton dari target 2 juta ton.

(jps)