"Yang mau dia tentang sebenarnya kan, karena dia kesal yang ini (red: pemerintah saat ini) nganggap dirinya sukses, yang lalu dianggap tidak sukses," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/9).
Menurutnya, kunci pidato SBY adalah kesuksesannya menjabat dua periode selama 10 tahun dan bukan memuji capaian kinerja pemerintahan Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKS itu juga menganggap pidato SBY bukan sebuah bentuk kegalauan, melainkan kritik kepada pemerintah Jokowi agar tidak menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
"Presiden baru itu tidak boleh sedikit-sedikit nyalahin yang lama. Itu tidak boleh, tradisi tidak baik," katanya.
Dalam pidatonya kemarin, SBY menyebut selama 10 tahun memimpin, pemerintahannya sangat menjunjung kehidupan demokrasi. Kebebasan rakyat, termasuk kebebasan pers sangat dihargai.
Selain itu, setidaknya lima poin penting diucapkan SBY soal suara rakyat yang mengeluh kepada dirinya mengenai kondisi yang terjadi pada pemerintahan saat ini.
"Saya mendengarkan keluhan ibu-ibu atas kenaikan harga-harga bahan pokok, sementara penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya menerima keluhan mereka-mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan, juga yang justru kehilangan pekerjaan," ujar SBY.