Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya memilih untuk menggunakan cara yang persuasif dalam membubarkan pada pendemo ketimbang harus membubarkan paksa.
Meskipun aksi razia sesama pengendara ojek online sempat terjadi sekitar pukul 18.44 WIB, tetapi dia mengklaim aksi itu dapat dihentikan tanpa paksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini satu per satu pendemo sudah mulai pulang dari lokasi aksi dilakukan. Pantauan CNNIndonesia.com, hanya tinggal beberapa pendemo yang bertahan dengan duduk-duduk di sepinggir trotoar Lippo Kuningan.
Penjagaan itu akan dilakukan hingga kawasan tersebut dipastikan steril.
"Ada anggota polsek masih standby sama Sabhara Polres tetap standby di sini untuk mantau," tuturnya.
Indra menjelaskan seharusnya aksi unjuk rasa tidak dilakukan dengan razia terhadap pengendara lain yang tidak ikut aksi. Hal tersebut sudah tercantum saat perwakilan aksi mengajukan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian.
Salah satu poin yang harus dipenuhi adalah tidak mengganggu fasilitas umum dan mematuhi aturan untuk aksi berakhir pada pukul 18.00 WIB.
"Ada syarat yang harus diikuti diantaranya tidak mengganggu fasilitas umum, mematuhi jam batas aksi sampai jam 18.00 WIB," ucapnya.
Untuk ke depannya, Indra mengatakan jika pengemudi ojek online masih melakukan razia terhadap pengendara lain, maka pihaknya akan langsung menindak tegas. Tindakan tegas juga dilakukan jika pihak pendemo tidak dapat diajak bekerjasama.
"Kita mengimbau agar mereka tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain, atau menutup jalan. Kalau mereka masih melakukan hal itu kita tindak tegas," tuturnya.