Tuntut Penyetaraan Tarif, Ribuan Ojol Ancam Demo Grab

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 17:23 WIB
Demonstrasi yang dilakukan oleh ribuah pengendara ojek onlne masih berkutat pada penyetaraan tarif dasar yang dinilai tidak berpihak kepada pengendara. Driver ojol akan menggelar aksi demonstrasi di kajntor Grab Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paguyuban pengemudi ojek online, Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) mengancam akan menurunkan ribuan anggotanya di kantor salah satu operator untuk menuntut penyetaraan tarif dasar yang dinilai tidak berpihak kepada pengendara.

Anggota Presidium Garda Igun Wicaksono mengatakan pihaknya akan menurunkan sekitar ribuan pengendara ojek online yang akan menyuarakan tarif dasar ojek online.

Menurutnya tarif dasar Grab saat ini Rp1.200 per km. Sedangkan untuk Gojek Rp1.500 per km. Jumlah itu turun drastis ketimbang tiga tahun lalu lalu, Rp3.000 per km.


"Hanya grab yang menolak mengembalikan tarif dasar Rp3.000 per km seperti dulu. Gojek bersedia naikkan tarif dasar dengan catatan Grab juga bersedia," kata Igun kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (10/9).

Karena itu aksi akan fokus digelar di kantor Grab Indonesia.


Menurut dia Grab tidak ingin menaikkan tarif dasar karena jumlah mitranya saat ini sudah terlampau banyak. Sehingga tarif minim dijadikan strategi oleh Grab untuk bersaing dengan Gojek.

"Yang bikin rusak pasar supply demand juga Grab sendiri, karena setiap hari hingga hari ini penerimaan driver baru masih dibuka dan yang daftar setiap hari bisa kurang lebih 500 orang. Artinya Grab yang bikin supply berlebih, ini bisnis sudah tidak sehat," ucap dia.

Untuk wilayah Jakarta, pengemudi ojek online akan menyasar kantor Grab di Bendungan Hilir, Tanah Abang. Jumlah massa yang bergerak masif diklaim sekitar 3 ribu hingga 5 ribu orang.

"Kemungkinan wilayah Benhil akan lumpuh lalu lintasnya," ujar Igun.


Saat ini CNN Indonesia masih berupaya untuk meminta konfirmasi ke Grab terkait rencana aksi ribuan pengemudi ojek online ini. 

Sebelumnya, ojek online pernah melakukan aksi pada 23 November 2017 di depan Istana Merdeka, kedua  pada 27 Maret 2018 di mana saat sekitar 15 ribu pengemudi ojol hadir di depan Istana Negara, dan ketiga sekitar 35 ribu pengemudi ojol berdemo di depan gedung DPR, pada 23 April 2018.

Sementara itu hari ini Senin (10/9) sejumlah pengemudi ojek online dari Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) menggelar unjuk rasa di depan kantor Grab Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Tuntutan mereka adalah meminta perusahaan aplikasi menghentikan eksploitasi terhadap pengemudi daring. Selama ini, mereka merasa tidak diperlakukan sebagai mitra perusahaan.

(DAL/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK