Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara 'Ngobrol Bareng 300 Jenderal dan Para Intelektual,' dengan tema Ekonomi Kerakyatan sebagai Solusi Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global di Hotel Sari Pacific Jakarta Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).
"Jadi premis saya kalau melihat semua data, sistem ekonomi kita sekarang menyimpang dari UUD 45 khususnya pasal 33," tegas Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo pun menegaskan sudah saatnya negara berpihak pada bangsanya sendiri, bukan mengabdi pada bangsa lain. Pasalnya menurut dia, inti masalah ekonomi saat ini adalah adanya penyimpangan yang mengakibatkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar.
Menurut Prabowo, kondisi buruk ekonomi yang ia simpulkan sudah diakui pemerintah saat ini. Selain itu, kondisi kekayaan Indonesia yang diambil oleh asing juga sudah diakui oleh jajaran profesor hingga Presiden ke-1 RI Soekarno lewat pledoinya 'Indonesia Menggugat'.
Kala itu, uja Prabowo, Bung Karno menggugat Belanda untuk meminta kemerdekaan dan mengatakan kekayaan Nusantara diambil keluar.
"Apa yang bung Karno sampaikan terjadi sekarang. 73 tahun setelah kita merdeka, ternyata apa yang digugat bung Karno masih terjadi, kekayaan kita keluar," pungkas Prabowo.
Selain Prabowo, hadir juga sejumlah politisi seperti Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi DPP Partai Gerindra yang juga Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, dan dan mantan Menkopolhukam era Jokowi, Laksamana (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno. (fra/dal)