Khofifah Klaim Punya Jaringan Strategis untuk Jokowi-Ma'ruf

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 17:14 WIB
Khofifah Klaim Punya Jaringan Strategis untuk Jokowi-Ma'ruf Khofifah klaim punya jaringan yang lebih strategis untuk menangkan Jokowi-Ma'ruf di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa mengaku sudah sejak awal meminta untuk tidak dimasukan ke dalam Tim Kampanye Daerah maupun Nasional pasangan calon presiden wakil presiden Joko Widodo Ma'ruf Amin.

Hal itu diungkapkan Khofifah seusai menghadiri rapat pleno Pengurus Besar Nahdlathul Ulama (PBNU) di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (22/9).

"Saya sejak awal memohon untuk tidak masuk di dalam tim pemenangan baik pusat maupun daerah," terang mantan Menteri Sosial itu.


Khofifah mengatakan alasannya enggan masuk tim pemenangan adalah karena dia memiliki jejaring yang lebih strategis. Jejaring yang dimaksud itu adalah jaringan kiai dan santri.

"Kami ini punya jejaring yang Insya Allah lebih strategis jikalau kami tidak perlu masuk di dalam tim pemenangan resmi. Teman-teman mengkoordinasikan melalui relawan, relawan jaringan kiai santri nasional," terang dia.


Menurut dia hal tersebut dapat memaksimalkan semua jaringan yang mereka miliki dan tidak terbatas hanya di Jawa Timur tetapi di seluruh Indonesia.

"Karena kita semua akan bersinergi untuk memenangkan Pak Jokowi-Ma'aruf maka mari kita maksimalkan semua jaringan yang kita punya dan saya salah satunya yang teman-teman harapkan bisa maksimalkan jaringan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan jaringan kiai dan santri nasional tidak hanya berisi kiai dan santri melainkan ustaz, ustazah, dan petani.

"Baik yang secara formal mereka ada di dalam kultur kiai, kultur santri maupun yang kebetulan yang ada tim yang akhirnya mengkristal dalam bentuk jaringan kiai santri nasional," terangnya.


Sebelumnya, Ketua TKD Jatim Jokowi-Ma'ruf, Mahfud Arifin, mengatakan nama Khofifah memang tidak tercantum dalam struktural timnya sejak awal.

"Bu Khofifah sejak awal tidak masuk [TKD]. Emil juga tidak masuk. Tapi semua sudah pasti dukung Pak Jokowi, cuma lebih bebas saja," klaimnya, usai menyetorkan nama-nama struktural ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Jumat (21/9).

Selain dua nama tersebut, lanjutnya, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Juru Bicara (Jubir) Tim 9 Kiai relawan pemenangan Khofifah - Emil, Kiai Asep, juga mundur dari TKD Jatim Jokowi-Ma'ruf.

(sah/DAL)