Eni Ungkap Isi Pertemuan di Rumah Airlangga ke KPK

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 00:07 WIB
Eni Ungkap Isi Pertemuan di Rumah Airlangga ke KPK Mantan Anggota DPR Komisi VII Eni Maulani Saragih. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih mengatakan terjadi pertemuan di rumah pribadi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait dengan pengawalan proyek pembangunan PLTU Riau-1, pada pertengahan Januari 2018.

Eni menyebut pertemuan itu dihadiri mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng, serta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

"Pokoknya bahwa pertemuan itu ada. Pertemuan itu ada dan saya sudah jelaskan pertemuan itu apa saja kepada penyidik," kata Eni usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9).
Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama Kotjo dan Idrus terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Total uang yang diterima Eni secara bertahap dari Kotjo sebesar Rp6,25 miliar.


Eni mengaku tak masalah dengan bantahan Airlangga soal pertemuan di rumahnya. Menurutnya, kebenaran pertemuan itu bisa dikonfirmasi kepada sejumlah pihak yang hadir di rumah Airlangga.

"Kalau Pak Airlangga menyanggah silahkan saja. Nanti tinggal tanya yang ada di situ, kan ada beberapa orang yang ada di situ," ujarnya.
Eni menolak menjelaskan lebih lanjut isi pembahasan dalam pertemuan di rumah Airlangga. Eni yang juga kader Golkar itu mengaku sudah menjelaskan seluruhnya terkait pertemuan di rumah Airlangga tersebut kepada penyidik KPK.

"Pokoknya semua sudah saya jelaskan ke penyidik," kata Eni.

Sebelumnya, Airlangga mengakui mengenal Kotjo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap terkait proyek PLTU Riau-1.

"Terkait saudara Johannes Kotjo, karena yang bersangkutan adalah pengusaha nasional, tentu tahu, tapi tidak punya apa pun keterkaitan," kata Airlangga, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9).

Airlangga mengakui bertemu dengan Kotjo ketika mantan Menteri Sosial Idrus Marham datang ke kediamannya. Saat itu, Idrus datang bersama Kotjo dan Eni. Menteri Perindustrian itu mengklaim tak mengetahui bila Idrus mengajak Kotjo dan Eni.
"Beliau [Idrus] datang bersilaturahmi ke rumah saya. Namun, tanpa sepengetahuan atau persetujuan saya sebelumnya, saudara Idrus Marham ternyata ditemani oleh saudara Johannes Kotjo dan saudari Eny Saragih," katanya.

Saat itu, kata Airlangga, di rumahnya juga terlebih dulu hadir Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. Namun, dia mengklaim pertemuan itu tidak membicarakan apapun yang berkaitan dengan bisnis.

"Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, ataupun saham perusahaan apapun di situ," kata Airlangga. (fra/age)