Vicky Lumentut Gabung NasDem, Demokrat Duga Tekanan Kejagung

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/09/2018 11:19 WIB
Vicky Lumentut Gabung NasDem, Demokrat Duga Tekanan Kejagung Kader Demokrat Vicky Lumentut dikabarkan bergabung dengan partai NasDem. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menuding Kejaksaan Agung sebagai alat politik Partai NasDem untuk memperkuat diri dalam menghadapi Pemilu 2019. Andi menduga Kejagung menggunakan kekuasaannya sebagai lembaga penegak hukum untuk kepentingan politik.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo diketahui pernah menjadi kader NasDem. Sebelum diangkat menjadi Jaksa Agung, Prasetyo sempat menjadi anggota DPR Fraksi NasDem periode 2014-2019 daerah pemilihan Jawa Tenggah II.

"Kejaksaan [Agung] jadi alat politik NasDem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat," tutur Andi melalui akun twitternya @AndriArief_, Jumat (28/9).

Andi mengutarakan hal tersebut merujuk dari kabar Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut membelot menjadi kader Partai NasDem. Kabar tersebut dilontarkan oleh kader Demokrat Yan Harahap.
Vicky Lumentut Gabung NasDem, Demokrat Duga Tekanan KejagungVicky Lumentut saat bersaksi dalam persidangan korupsi gedung olahraga di Pengadilan Negeri Tipikor Manado, Sulawesi Utara, Senin (18/5). (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)


Yan, melalui akun twitternya @YanHarahap, mengatakan perpindahan Vicky menjadi kader NasDem berkaitan dengan dugaan kasus korupsi yang sedang diusut Kejagung. Yan juga mengunggah video saat Vicky mengenakan jaket NasDem didampingi Surya Paloh.

Andi lantas bertanya-tanya perihal posisi Presiden Joko Widodo terkait dugaan permainan politik yang dilakukan NasDem melalui Kejaksaan Agung. Apakah Jokowi tidak mengetahui, mengetahui, atau mungkin terlibat secara langsung dalam permainan politik Nasdem melalui Kejagung.

"Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik NasDem, saya menyerukan #2018gantipresiden," tutur Andi.


"Jokowi, kejaksaan dan Nasdem apa harus menunggu SBY menyerukan rakyat turun ke jalan untuk mengakhiri kebobrokan hukum yang digunakan untuk politik?" lanjutnya. (bmw/gil)