FPI Ungkap Alasan Bagi Buku PKI di Doa Bersama untuk Rizieq

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 06:26 WIB
FPI Ungkap Alasan Bagi Buku PKI di Doa Bersama untuk Rizieq FPI mengkaui ada pembagian buku bertema PKI karya Rizieq di Monas. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Muchsin Alatas mengakui pihaknya membagikan buku tentang riwayat Partai Komunis Indonesia (PKI), PKI Apa dan Bagaimana kepada peserta doa bersama yang dihelat di Monas, Sabtu lalu (29/9).

"Iya memang dibagikan. Hanya 100 sampai 200 saja kok. Isinya Kurang lebih sekitar 31 halaman," ucap Muchsin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (1/10).

Muchsin mengatakan buku tersebut adalah karangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab berisi tentang kekejaman PKI di masa silam. Bahaya laten PKI di masa kini, lanjutnya, juga tidak luput ditulis Rizieq Shihab.

Muchsin lalu menyebut buku itu telah dicetak pada 2015 lalu. Kala itu, lanjutnya, Rizieq menulis buku tersebut saat Presiden Joko Widodo berencana meminta maaf kepada korban-korban dari kalangan PKI.


"Itu dicetak tiga tahun yang lalu. Bukan sekarang. Itu pas Pak Jokowi mau minta maaf kepada korban PKI," ujar Muchsin.
FPI Ungkap Alasan Bagi Buku PKI di Doa Bersama untuk RizieqBuku soal PKI yang dibagikan saat doa bersama untuk Rizieq Shihab di Monas pekan lalu. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Alasan mengapa buku karangan Rizieq tentang PKI dibagikan saat doa bersama di Monas, Muchsin mengatakan karena momen yang pas. Diketahui, acara doa bersama di Monas akhir pekan lalu dilanjut dengan nonton bareng film Pengkhianatan Gerakan 30 September/PKI karya Arifin C. Noer.

"Akhirnya karena ada momen dengan acara nobar film PKI, kemudian diberikan, agar pas. Tidak ada motif yang lain," ujar Muchsin.

Sebelumnya, FPI DKI Jakarta menghelat acara doa bersama di Monas, Jakarta, Sabtu (29/9). Para peserta mendoakan keselamatan Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di Mekah dan mendapat pencekalan.

Selain itu, peserta yang hadir juga mendoakan korban gempa serta tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Rizieq shihab, dari Mekah, turut memberikan tausiyah melalui rekaman suara.

Usai doa bersama dilakukan, panitia lanjut menghelat acara nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer. Panitia juga membagikan buku tentang kekejaman PKI di masa silam. (bmw/sur)