Ratna merupakan salah satu juru kampanye Nasional Prabowo-Sandi pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dahnil menyatakan bahwa pihaknya bersikap dan berkomentar berdasarkan pengakuan Ratna soal penganiayaan yang dialami dan ingin membantunya.
"Kami tidak menebar hoaks, tapi berangkat dari pengakuan Bu Ratna dan ingin membantu beliau, ternyata kami justru dibohongi beliau," kata Dahnil saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahnil, pihaknya tentu berprasangka baik dan ingin membela Ratna, seperti tokoh-tokoh yang lainnya. Kabar penganiayaan itu ternyata bohong. Ratna sendiri yang mengakui telah menciptakan kebohongan itu.
Lebih lanjut, Dahnil menyatakan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan Ratna.
"Tentu kami sangat kecewa, terhadap tindakan tersebut," kata dia.
Kabar penganiayaan itu beredar pada Senin malam. Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon menduga penganiayaan Ratna bermotif politik. Sementara Prabowo Subianto langsung bertemu Ratna terkait kasus ini.
Usai pertemuan Prabowo menyatakan apa yang dialami Ratna adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).
Hari ini, Ratna mengklarifikasi kabar itu. Dia membantah telah dianiaya oleh orang tak dikenal. Dia pun mengakui menciptakan sendiri kabar bohong penganiayaan dirinya.
Ratna pun meminta maaf kepada Prabowo dan tokoh politik lain yang kadung mempercayai kabar penganiayaan terhadap dirinya.