Ke Chile Ratna Diberi Rp70 Juta Oleh DKI, Termasuk Uang Saku

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 09:56 WIB
Ke Chile Ratna Diberi Rp70 Juta Oleh DKI, Termasuk Uang Saku Aktivis Ratna Sarumpaet tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/10) malam. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku menggelontorkan dana Rp70 juta untuk membiayai perjalanan Ratna Sarumpaet ke Chile yang direncanakan berlangsung pada 7 hingga 12 Oktober.

Namun, belum lagi bertolak ke Chili dengan menumpang pesawat Turki Airlines Ratna justru kadung diamankan oleh petugas Bandara Soekarno Hatta, tadi malam, Kamis (4/10).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Asiantoro mengatakan biaya Rp70 Juta itu diberikan Pemprov untuk membiayai tiket pesawat pulang pergi, akomodasi, dan uang saku untuk Ratna selama di Chili.


"Untuk tiket, uang saku, dan akomodasinya sekitar kurang lebih Rp70 juta," kata dia, saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (5/10).

Meski begitu, Asiantoro tak merinci muasal dana itu, apakah dari dana hibah APBN atau bukan. Yang jelas, kata dia, soal sponsorship ini memang sudah sering dilakukan pemprov untuk seniman yang dianggap layak.

"Sudah biasa itu, bukan hal yang luar biasa. Jadi ramai mungkin karena sedang ada kasus yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis Asiantoro juga menyebut permohonan pendanaan dari Ratna untuk berangkat ke kongres perempuan di Chile sudah dilayangkan sejak 31 Januari 2018. Permohonan tersebut disetujui setelah mendapat restu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Bu Ratna meminta bantuan sponsor kepada Pak Gubernur untuk mengikuti kegiatan WPI," kata dia.

"Pemprov DKI pada tanggal 31 Januari 2018 mendapatkan surat permohonan dari Ratna Sarumpaet. Pada suratnya, Ratna meminta untuk difasilitasi kehadirannya pada acara The 11th Women Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Chili (Chile)," ia menambahkan.

Ratna Sarumpaet sendiri kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jerat hukum ITE atas kebohongan atau hoaks yang dia lakukan soal pemukulan dan penganiayaan di wajahnya. Padahal, itu merupakan bekas operasi plastik di sebuah rumah sakit kecantikan.

(tst/arh)