BPK Audit Biaya Hajatan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2019

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 07:42 WIB
BPK Audit Biaya Hajatan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2019 Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, 2016. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasih, mengatakan pihaknya akan melakukan audit biaya gelaran Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, di Bali, 8-14 Oktober 2018. Namun, itu baru dilakukan pada 2019.

"Bisa dan pasti akan kami audit. Pasti kami mengaudit pemakaian dana itu. Pasti dananya akan menjadi objek audit setelah [acaranya] selesai," terang dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (8/10) melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, audit baru akan dilakukan pada semester pertama 2019. Kemungkinan, katanya, publik baru bisa melihat hasil auditnya dalam Ikhtiar Hasil Periksaan Semester (IHPS) pada Februari-Maret 2019.


"Tidak bisa sekarang [acaranya] selesai, besok audit. Kami sudah agendakan sejak Juni audit pada semester pertama 2018 apa. Jadi nanti audit untuk semester II 2018 akan dilakukan pada semester pertama 2019," terangnya.

Lebih lanjut, Achsanul menyebut audit dana Pertemuan Tahunan itu akan dilakukan terhadap Kementerian Keuangan, dan kemungkinan Sekretariat Negara, yang mengeluarkan pembiayaan untuk pertemuan itu.

Permintaan audit dana penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, di Bali, sebelumnya disuarakan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY menganggap ada pro dan kontra terkait dana penyelenggaraan IMF.

"Biar tak jadi fitnah & hoax, DPR RI bisa minta penjelasan kepada pemerintah dan BPK juga bisa lakukan audit apakah terjadi pemborosan," tuturnya.

(kst/arh)