Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan BKN, Mohamad Ridwan, mengatakan bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sudah mendaftar formasi yang dibutuhkan.
Namun, sejumlah instansi di Papua belum memungkinkan pendaftaran. Akibatnya, belum ada pelamar CPNS yang terdaftar di sejumlah daerah Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah Papua provinsi, kota, dan kabupaten serta DPR setempat memang meminta CPNS dilakukan secara offline lantaran masalah geografis yang tidak memungkinkan.
"Di Kabupaten Digul dan ada satu lagi itu ada CAT Station milik Pemda, BKD, yang sangat bagus yang bisa menampung antara 50-100, saya kurang tahu persis. Itu ready, jadi dari sisi SKD dan SKB nggak masalah di situ. Untuk apa pakai LJK kalau di situ ada fasilitas CAT?" kata Ridwan.
Ridwan juga menyatakan pihaknya telah berupaya memodifikasi aturan pendaftaran dengan berbagai cara seperti menerima pendaftaran CPNS di BKN setempat secara langsung yang dibantu petugas, hingga menerima pendaftaran tanpa KTP elektronik.
"Dari mana itu [pemerintah daerah yang berwenang tentukan kelulusan]? Kan cuma ada seleksi adminisrasi, SKD dan SKB. Apa iya mereka nanti tega yang ranking 20-21 yang diambil bukan yang 1, 2, 3?' ucap Ridwan.
Putra putri Papua dan Papua Barat sendiri sebenarnya telah mendapat keistimewaan dalam tes CPNS. Mereka bisa diterima melalui jalur khusus dengan kuota 10 persen di segala instansi. Mereka juga akan menempati formasi-formasi di daerah sendiri. (kst/has)