Kasus Buku Merah, Polri Minta Tak Diadu Domba dengan KPK

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 17:31 WIB
Kasus Buku Merah, Polri Minta Tak Diadu Domba dengan KPK Irjen Setyo Wasisto (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta pada semua pihak agar tak mengadu kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus buku merah yang menjadi bukti perkara korupsi impor daging yang melibatkan pengusaha Basuki Hariman.
Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya telah menyatakan bahwa dugaan perobekan buku yang memuat transaksi keuangan oleh penyidik KPK asal Polri, Ronald Rolandy dan Harun itu tak terbukti. 

"Di situ sudah jelas disampaikan bahwa tidak terbukti. Jadi diharapkan semua pihak menahan diri, jangan mengadu-adu ini di tahun politik. Mengadu antarlembaga penegak hukum, khusus polri dan KPK," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/10). 
Setyo mengakui bahwa Roland dan Harun memang terekam dalam kamera pengawas atau CCTV saat memeriksa. Namun, tak ada bukti keduanya melakukan perobekan. 

Ia memastikan jika ada permasalahan yang terjadi dengan anggotanya, Polri akan berkomunikasi dengan KPK. "Karena kan anggota kita banyak di sana," katanya. 


Setyo juga menegaskan tak ada bukti yang menunjukkan dugaan transaksi pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Bahkan, kata dia, Basuki telah mengaku tak pernah menyampaikan dana apapun secara langsung pada Tito. 

"Dia akui menggunakan dana itu untuk kepentingan sendiri. Artinya kita tidak boleh me-judge orang tanpa bukti kuat. Ada asas praduga tak bersalah jadi hormati itu," tutur Setyo. 

Lebih lanjut ia mengatakan, keterangan Basuki bahwa dana itu digunakan sendiri telah ditulis dalam surat pernyataan bertanda tangan tanpa tekanan dari siapa pun. 
Setyo menyebut, nama Tito yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya hanya dimanfaatkan oleh Basuki untuk mengalirkan dana ke dirinya sendiri. Selain Tito, terdapat nama lain dari pejabat Bea Cukai yang juga diklaim oleh Basuki. 

"Jadi saya meragukan karena kevalidannya tak teruji dan aliran dana maupun merusak buku merah itu tak terbukti semua," ucapnya. 

Setyo pun mengingatkan agar tak ada lagi pihak yang mengadu-adu antara Polri dan lembaga anti rasuah. "Janganlah ini menjelang tahun politik, biarlah kontestasi berjalan aman dan damai," katanya.

Kasus korupsi impor daging yang melibatkan Basuki ini awalnya diungkap Indonesialeaks. Jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana Basuki kepada sejumlah pejabat negara.

Infonesialeaks juga menuliskan dua penyidik KPK asal Polri, Ronald dan Harun yang mengoyakkan beberapa lembar dari buku itu karena terdapat nama petinggi polri. Di antara nama itu termasuk Tito dan beberapa pejabat lain dari Bea Cukai. 

Ronald dan Harun telah dipulangkan ke Polri tahun lalu meski tak disebut karena perusakan barang bukti.  (pris/dea)