Debat Alot Akhiri Nasib Terkatung Putri Rizieq di Perbatasan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 11:06 WIB
Debat Alot Akhiri Nasib Terkatung Putri Rizieq di Perbatasan Putri Rizieq Shihab sudah diperbolehkan melintas ke Yaman setelah tertahan di Oman. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah perdebatan panjang dan alot, lebih dari 170 pelajar Indonesia yang sempat tertahan di Oman akhirnya diperbolehkan memasuki wilayah Yaman.

Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman Izzudin Mufian Munawwar sebelumnya mengatakan keseluruhan pelajar termasuk putri Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tertahan di Oman selama tiga pekan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman sebagai pihak yang ditugaskan untuk melayani WNI dinilai telah mengabaikan tanggung jawab mereka dan tak pernah berkunjung memantau perkembangan nasib ribuan pelajar Indonesia yang menempuh studi di Yaman.



Imam FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas mengakui perdebatan panjang dialami KBRI Oman saat meloloskan pelajar Indonesia untuk bisa memasuki wilayah Yaman dari Oman. Namun demikian, ia mengaku bahwa Rizieq tetap mengapreasiasi langkah KBRI Oman yang meloloskan ratusan pelajar dan putrinya Syarifah Najwa.

"Alhamdulilah sudah. Akhirnya membantu setelah perdebatan panjang dan alot," ucap Muchsin saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).

Muchsin menceritakan putri Rizieq bersama ratusan mahasiswa lainnya meninggalkan Kota Sulalah, Oman ke Yaman pada pukul 02.00 WIB, Rabu (10/10). Mereka langsung menuju Kota Tarim.

"Petugas KBRI Oman ikut mengantar ke perbatasan Oman-Yaman," ucap Muchsin.


Muchsin mengatakan Rizieq mengucapkan terima kasih kepada ustaz dan ustazah yang mendampingi mahasiswi kala tertahan di Oman. Rizieq, kata dia berharap agar kejadian serupa tak terulang.

"Amanah dari Habib Rizieq Shihab dari Makkah Al-Mukarromah agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari," lanjutnya.

Ratusan pelajar Indonesia sudah boleh memasuki Kota Tarim, Yaman setelah sempat tertahan di Oman. (Dok. kemenlu)

Sebelumnya, Putri Rizieq bersama 200 mahasiswa lain sempat tertahan di Oman saat ingin masuk ke Yaman. Mereka tertahan kurang lebih selama 3 pekan.

Yaman dikabarkan memang telah melaran warga negara asing manapun keluar/masuk prrbatasannya sejak Mei lalu. Hal itu merupakan buntut perang sipil yang terjadi sejak 2011.

Kemudian, KBRI Oman di Muscat menyatakan sekitar 200 warga negara Indonesia sudah bisa memasuki wllayah Yaman pada Rabu kemarin (10/10).

"Mereka (200 WNI) sudah masuk Yaman dan dalam perjalanan menuju Tarim," papar Duta Besar RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (10/10).

(bmw/DAL)