Prabowo Grogi di Depan Ulama dan Pamer 'Paradoks Indonesia'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 15:15 WIB
Prabowo Grogi di Depan Ulama dan Pamer 'Paradoks Indonesia' Prabowo mengaku grogi saat bicara di depan para ulama. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku grogi saat bicara di hadapan para ulama. Dia mengatakan hal tersebut saat memberi sambutan dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Prabowo bicara di hadapan pengurus DPP LDII dan juga pengurus wilayah tingkat provinsi seluruh Indonesia.

Mulanya, Prabowo menyapa beberapa pengurus DPP LDII dan beberapa tokoh yang hadir saat memberikan sambutan. Kemudian, dia meminta maaf karena luput menyapa Marzuki Ali. Dia memohon maaf atas kekhilafannya itu.


"Maklum, kalau di hadapan banyak ulama saya agak grogi," tutur Prabowo.

Prabowo mengaku biasa berbicara di hadapan banyak orang dari berbagai kalangan. Namun, di hadapan ulama menjadi pengecualian.

"Kalau di depan tentara, biasa. Di depan petani, biasa. Di depan begitu banyak ulama, apalagi banyak yang punya gelar profesor, saya agak nervous sedikit," kata Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Prabowo Grogi di Depan Ulama dan Pamer 'Paradoks Indonesia'Buku Paradoks Indonesia karya Prabowo Subianto. (Dok. Timses Anies-Sandi)

Tidak ketinggalan, Prabowo mengucapkan terima kasih karena telah diundang dan diberi kesempatan memberi sambutan dalam Rakernas LDII. Menurutnya, kesempatan yang diberikan adalah suatu kehormatan bagi dirinya.

Prabowo lalu menyinggung LDII yang memiliki banyak program dan kegiatan. Dia mengaku kagum. LDII, lanjutnya, adalah organisasi Islam yang besar.

"Punya kegiatan kegiatan, yang sebenarnya menjawab masalah masalah kesulitan kesulitan dan tantangan-tantangan bangsa kita," imbuh Prabowo.

Prabowo merasa terhormat bisa berbicara di hadapan pengurus LDII seluruh Indonesia. Prabowo lantas mengatakan bahwa mengundang dirinya memiliki risiko, yakni mesti mendengarkan pidato berisi kondisi Indonesia apa adanya. Bukan kondisi yang dibuat seakan baik-baik saja.

Prabowo juga memberikan buku karangannya yang berjudul Paradoks Indonesia kepada ratusan pengurus LDII se Indonesia. Apa yang diucapkan Prabowo saat memberi sambutan, kurang lebih sama dengan yang tercantum dalam buku tersebut, yakni soal kondisi ekonomi Indonesia yang memprihatinkan.

"Saudara semua adalah profesor, sarjana, master, bisa menganalisa tesis-tesis saya. Saya minta mohon sanggah. Kalau salah saya akan ralat. Tapi Kalau benar, mohon, karena kita manusia bisa benar atau bisa salah," kata Prabowo. (bmw/sur)