Klaim Terkepung, Kubu Prabowo Disebut Ingin Dianggap Dizalimi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 00:19 WIB
Klaim Terkepung, Kubu Prabowo Disebut Ingin Dianggap Dizalimi Jubir timses Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, di Jakarta, Jumat (21/9). (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hendak membangun citra sebagai korban ketidakadilan. Prabowo pun diminta tak 'baper' menghadapi Pilpres 2019.

Hal itu dikatakannya terkait klaim kubu Prabowo yang dikepung pada Pilpres 2019.

"Ya itu mereka membangun satu framing bahwa mereka dizalimi, mereka diperlakukan tak adil," kata Karding, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat Kamis (11/10).


Diketahui, kubu Pabowo-Sandi saat ini tengah diserang oleh hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar Prabowo-Sandiaga tak mudah mengeluh dan mampu menghadapi kontestasi Pilpres dengan baik. Ia pun membandingkannya dengan sikap Jokowi yang mampu menghadapi 'serangan' hoaks yang ditunjukan dengan kinerja. Misalnya, hoaks soal isu PKI, anti-ulama, dan antek asing.

"Tapi kami tak mengeluh dan kita menghadapinya dengan menunjukan kerja-kerja kita ke publik dan menyamlaikan data dan fakta yang sesungguhnya," ungkapnya.

"Prabowo sebagai purnawirawan Kopassus, beliau tidak patut beliau baper, seperti yang sering disampaikan beliau sendiri, beliau kan ksatria, tak biasanya seperti ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai Pilpres 2019 merupakan yang terberat yang dijalani ketimbang Pilpres 2009 dan Pilpres 2014. Sebab, kali ini koalisi pendukung merasakan Prabowo dikepung dari berbagai lini.

"Kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau [Prabowo] menjadi calon presiden. Jadi kami merasa bahwa Prabowo saat ini dikepung," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/10).

(rzr/arh)