Hal ini disampaikan Musa saat menghadiri acara tablig di Rutan Salemba Jakarta, Sabtu (13/10).
"Banjir sudah tidak ada, karena akibat banjir itu jalan terputus, rumah juga ada yang roboh," kata Musa di Rutan Salemba, Jakarta, Sabtu (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musa juga memastikan akan membantu kebutuhan warga di lapangan. Kata dia, pemerintah setempat sudah melakukan perbaikan di lapangan. "Pemerintah Kabupaten serta jajarannya dan dinas terkait, segera kita akan berikan bantuan ke sana ya," tutur dia.
Lihat juga:Korban Banjir Bandang Bertambah |
Sebanyak 22 orang dilaporkan meninggal dan 15 hilang akibat banjir dan longsor di dua tempat, Sumatera Utara serta Sumatera Barat per Sabtu (13/10).
Adapun warga yang meninggal terdiri dari 11 siswa yang sedang melaksanakan jam belajar. Mereka tertimpa bangunan yang hancur karena badai dan banjir di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Menurut Sutopo, banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal juga menyebabkan 17 unit rumah roboh, dan lima unit rumah hanyut. Kemudian ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis.
(ctr/dea)