Banjir Mulai Surut, Jalur Alternatif Banyuwangi-Jember Dibuka

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 15:20 WIB
Banjir Mulai Surut, Jalur Alternatif Banyuwangi-Jember Dibuka Banjir bandang yang melanda Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mulai surut. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir bandang yang melanda Kecamatan Songgon dan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mulai surut. Jalur alternatif Jember-Banyuwangi yang sempat terputus dibuka kembali pada Sabtu (23/6).

Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas terus memantau penanganan banjir, khususnya bagi yang terdampak langsung. Akses jalan alternatif Jember-Banyuwangi via kawasan Gambor yang tertutup lumpur 50 cm, misalnya, dilaporkan akan segera dikeruk lumpurnya.

"Alat-alat berat Sabtu pagi mulai membersihkan lumpur. Dari keterangan BPBD, jalur alternatif ke Jember Sabtu sore sudah bisa dilewati," kata Anas, dikutip Antara.



Selain jalan, Anas menyebut bahwa rumah-rumah yang tergenang lumpur dibantu pengerukannya secara manual. Berbagai unsur gabungan masyarakat turut membantu proses ini, mulai dari TNI, Polri, PNS, kalangan Nadlatul Ulama (NU), perwakilan lintas agama, hingga relawan masyarakat.

"Ini yang membuat saya bangga, karena semua warga bergegas membantu masyarakat di empat dusun yang terdampak. Warga dari kecamatan lain bahkan juga ikut membantu yang dikoordinasikan oleh camatnya. Ini bentuk kolaborasi. Bahkan sudah banyak warga turun jadi relawan," kata Anas.

Anas pun menyebutkan, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, banjir bandang kali ini mengakibatkan 23 unit rumah rusak berat, 80 unit rumah rusak sedang, dan 225 unit rumah rusak ringan.

"Total ada sekitar 328 rumah terkena aliran air. Tidak ada korban jiwa dari kasus ini. Tidak sampai mendirikan tenda pengungsian bagi warga, karena mereka masih bisa ditampung di rumah saudara terdekat," ujarnya.


Ia mengatakan hari ini juga diserahkan bantuan beras dari Pemkab Banyuwangi untuk 650 KK terdampak. Beras-beras ini diambilkan dari gudang Bulog.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya menjelaskan bencana banjir bandang tersebut disebabkan longsor di kawasan lereng Gunung Raung di Kecamatan Songgon.

Hujan menyebabkan longsor lereng, disertai tumbangnya pohon-pohon di hutan di lereng Gunung Raung. Material longsor dan kayu gelondongan menyumbat sungai dan aliran permukaan.

Banjir bandang menerjang tiga dusun yaitu Dusun Garit, Karang Asem, dan Bangunrejo di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (22/6) pukul 08.40 WIB. Banjir juga menerjang permukiman di Kecamatan Sanggon.

Kata Sutopo, menurut BPBD, banjir bandang akibat luapan Sungai Badeng telah terjadi 2 kali sepanjang tahun ini yang pertama pada 15 Mei 2018 dan kedua, hari ini.

(res)