Menteri LHK Sebut Kebakaran di Ciremai 'Lompat-lompat'

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 00:08 WIB
Menteri LHK Sebut Kebakaran di Ciremai 'Lompat-lompat' Petugas gabungan terkepung kobaran api dan kepulan asap saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan sulitnya pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Ciremai (3.078 mdpl), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akibat api yang "lompat-lompat' dari titik satu ke titik lainnya.

"Saya sudah di lapangan di Gunung Ciremai, memang tidak gampang karena apinya lompat, dan lompatnya jauh satu kilo [kilometer], dua kilo. Wah, ngagetin," kata Menteri LHK Siti Nurbaya usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di "Rest Area" Urug, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (13/10) seperti dikutip dari Antara.


Kebakaran di kawasan hutan Ciremai itu sendiri telah terjadi hampir dua pekan sejak kali pertama terdeteksi pada 30 September lalu. Siti Nurbaya mengatakan petugas dan relawan gabungan telah berupaya melakukan pemadaman, namun disulitkan termasuk akibat medan yang tinggi.


Menteri LHK Sebut Kebakaran di Ciremai 'Lompat-lompat'Siti Nurbaya Bakar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Cara menyelesaikannya harus sekaligus, dan yang sekarang apinya di puncak, tinggi sekali, tidak bisa dijangkau sama orang," ujarnya.

Menurut Siti Nurbaya, cara lain yang dianggap efektif untuk memadamkan kobaran api di kawasan hutan itu dengan cara menyiramkan air menggunakan helikopter.

Secara terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran yang melanda kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai yang belum berhasil dipadamkan.

"BNPB menurunkan helikopter type mi 8 water bombing yang berkapasitas 4.000 liter untuk pembasahan area yang sudah terbakar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin di Kuningan, Sabtu.

Ia mengatakan helikopter tipe mi 8 water bombing itu membasahi area yang sudah terbakar tepatnya di bawah Gunung Dulang sebanyak 12 kali.

Ia mengatakan saat ini kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) diperkirakan sudah menghanguskan seluas 1.310 hektare, dan juga membakar kawasan Kebun Raya Kuningan seluas 19 hektare.

Agus menambahkan kendala yang dihadapi oleh tim gabungan yaitu kondisi medan yang berbukit dengan dominasi tumbuhan alang-alang dan perdu yang mengering.

"Selain itu juga arah angin yang berubah-ubah, jadi menyulitkan dalam memadamkan api," katanya soal upaya pemadaman kebakaran di kawasan hutan gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.

(kid/kid)