Sponsored by

Ketua GNPF Puji PKS Tidak Pernah Abu-abu kepada Ulama

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 14:48 WIB
Ketua GNPF Puji PKS Tidak Pernah Abu-abu kepada Ulama Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Yusuf Martak menyanjung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat memberi sambutan dalam Konsolidasi Akbar Nasional PKS, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).

Dalam sambutannya itu, Yusuf mengawali dengan penjelasan terkait kedekatannya dengan PKS. Menurutnya, kedekatan itu bukan baru terjadi akhir-akhir ini.

"Kedekatan saya dengan partai yang saya cintai ini PKS, ini bukan sebatas 5 atau 10 atau 15 atau 20 tahun, bahkan seingat saya sudah mencapai hampir 30 tahun," kata Yusuf dalam sambutannya.


Yusuf menilai kecintaannya kepada PKS lantaran banyak tantangan yang dihadapi partai bernomor urut delapan itu. Salah satunya saat memperjuangkan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Menurutnya, GNPF Ulama ikut memperjuangkan Salim agar menjadi pendamping Prabowo dalam Ijtimak Ulama. Namun, dia membantah ada kesepakatan tertentu terkait hal tersebut.

"Demi Allah tidak ada negosiasi politik, tidak ada permintaan, apalagi kata persetujuan. Hanya sempat sekali saya singgung Habib Salim mengatakan, yang lain saja. Saya lebih bagus menjadi payung di PKS," ujarnya.

GNPF Ulama, kata dia, memiliki kepentingan untuk mewakili aspirasi umat Islam dan masyarakat dengan ekonomi rendah. Aspurasi itu klaim Yusuf, diyakini hanya dapat disalurkan melalui PKS.

Hal tersebut kata dia, telah dibuktikan dengan keikutsertaan aktif PKS dalam berbagai gerakan GNPF Ulama, mulai dari aksi 411 hingga 212.

"PKS itu jelas tidak pernah abu-abu terhadap GNPF dari sejak dilakukannya aksi jalanan, dari saat awal kita menekan Bareskrim, hingga aksi 411 dan 212. PKS jelas ikut kontribusi, terlibat, dan tidak abu-abu," ujarnya.

Untuk itu, Yusuf meminta agar GNPF Ulama dan PKS berjuang bersama dalam menghadapi pemilu serentak 2019. Yusuf mengatakan pihaknya juga mempersilakan PKS memanfaatkan jaringan GNPF Ulama di seluruh Indonesia.

"Insyaallah para tokoh dan ulama, habib di GNPF Ulama, Insyaallah akan meringankan kaki dan mendampingi kader-kader PKS di daerah. Tidak perlu ada kata puji-puji. Nawaitu kita sebagai umat Islam," kata dia.
(swo/ugo)