"Mungkin Pak Sohibul mau menanggung dosanya kali. Tanya lagi ke dia, dia mau menanggung dosanya?" kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (15/10).
Fahri tak sependapat dengan penggunaan istilah kampanye negatif. Menurutnya, jika berbicara negatif sebagai bentuk kritik, justru dia melihat itu sebagai hal yang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri pun mengklaim selalu mengkritik dengan menggunakan argumentasi yang jelas dan berdasarkan data. Jika kritiknya tidak berdasar, Fahri mengaku siap meminta maaf.
"Saya akan meminta maaf kalau saya tidak punya data. Kalau salah kita minta maaf, tapi kalau kita punya data dan dia tidak mampu berdebat dengan kita ya itu salahnya sendiri," katanya.
"Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita, harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign, cukup 20 persen," kata Sohibul dalam pidato di acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).
Sohibul kemudian menjelaskan alasan memperbolehkan kampanye negatif. Menurutnya, kampanye negatif merupakan kampanye yang mengangkat kelemahan lawan melalui fakta-fakta.
Selain itu kampanye negatif, kata Sohibul, diperbolehkan karena tidak menyebar kebohongan ke masyarakat. (swo/osc)