Pelamar CPNS Protes BKN Tutup Layanan Help Desk

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 19:28 WIB
Pelamar CPNS Protes BKN Tutup Layanan <i>Help Desk</i> Peserta melaksanakan tes melalui Computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) kementerian Hukum dan HAM . (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) memprotes Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menutup layanan Help Desk lebih awal. Akibatnya, para pelamar kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang pendaftaran CPNS yang akan berakhir Senin (15/10).

BKN menutup layanan help desk, baik secara online maupun offline pada Minggu (14/10) atau sehari sebelum penutupan masa pendaftaran CPNS.

Para pelamar yang mendatangi kantor BKN di Cililitan, Jakarta Timur, kebingungan karena mereka masih mengalami kendala dengan proses pemberkasan sebagai syarat pendaftaran di situs sscn.bkn.go.id.


"Kenapa ditutup, padahal penutupan pendaftarannya baru nanti malam. Kalau saya ada masalah, saya harus bertanya ke siapa?" ujar Sri, seorang pelamar CPNS saat bertemu CNNIndonesia.com di Kantor BKN.

Help Desk merupakan sistem manajemen untuk membantu menangani kebutuhan terkait dengan pertanyaan, pelayanan, support teknis, atau komplain terhadap suatu program, produk dan jasa tertentu yang dikoordinasi oleh suatu tim.

Selain Sri, seorang pria juga mengeluh kesulitan mengunggah file ke akun SSCN-nya kepada resepsionis BKN.

"Saya tanya, siapa yang menyuruh menutup help desk sekarang. Siapa komandannya. Bahkan kalau itu keputusan presiden saya tidak takut, saya pernah meninjau keputusan presiden dan saya menang," ujar pria itu dengan nada tinggi.

Ketua Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan keputusan penutupan layanan help desk lebih awal diambil karena banyak keluhan yang belum dijawab oleh petugas help desk.

"Kami butuh waktu untuk merespons apa yang sudah ada sebelumnya. Coba bayangkan kalau nanti jam 11 (malam) masih ada yang minta bantuan terus kita meresponsnya gimana padahal kita sudah nyatakan proses 2x24 jam," terang Ridwan kepada CNNIndonesia.com.

Ridwan mengaku BKN tak bisa lagi membantu pelamar yang terlalu mendadak meminta bantuan. Di help desk SSCN sendiri, Ridwan mengungkap ada sekitar 1.066 pelamar yang telah mengadu sejauh ini. Jika tak ditutup angka itu akan terus merangkak naik.

Pendaftaran CPNS dibuka sejak 26 September dan berakhir pada 15 Oktober. Pengumuman seleksi administrasi ini akan dilaksanakan pada 21 Oktober untuk kemudian dilanjutkan dengan pencetakkan nomor ujian secara online pada 21-25 Oktober 2018.

Kendala Utama

Ridwan menyatakan kendala utama dalam pelaksanaan pendaftaran CPNS 2018 adalah kesesuaian data kependudukan.

"Itu macam-macam masalahnya, bisa jadi karena mereka punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) baru karena KK-nya baru habis menikah atau apa pokoknya pisahlah, sampai ke NIK dan KK tidak ditemukan," ujar Ridwan.
BKN mengaku tak bisa menyelesaikan masalah itu, karena data kependudukan merupakan ranah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

"Kita enggak bisa apa-apa. Dari awal kami sampaikan harus ke Dukcapil Pusat,," sambung Ridwan.

Masalah data kependudukan ini menjadi lebih sulit bagi pelamar CPNS di daerah lantaran Dukcapil yang bisa memperbarui kesesuaian data hanya di Dukcapil Pusat Jakarta. Masalah data kependudukan ini juga menjadi kendala pada pendaftaran CPNS 2017 silam.

Rata-rata masalahnya mengenai Nomor NIK dan KK yang tidak terdaftar. Ridwan sempat menghimbau agar pelamar memastikan data kependudukannya terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran.

Masalah lainnya selain data kependudukan, kata Ridwan, banyak pendaftar CPNS tidak teliti dalam membaca peraturan tata cara, persyaratan dan detil-detil dalam pendaftaran CPNS. Kebanyakan juga enggan membaca FAQ (frequently asked questions) sehingga bingung dalam melaksanakan proses pendaftaran ketika menemui masalah.

"Mereka enggak mau baca sehingga apa yang harus dilakukan itu salah semua," ucap Ridwan.

Selain itu, sebagian calon guru juga meminta orang lain untuk memasukkan data-data pribadi mereka ke dalam situs sscn.bkn.go.id. Kesalahan ini menurut Ridwan kebanyakan dialami oleh Guru K-II.

Hingga Senin (15/10) pagi, ada sekitar 1.066 aduan yang masuk ke helpdesk SSCN BKN.

"Tahun lalu ada sekitar 6.000-an. Ini kenapa hanya segini karena kita saring. Hanya permasalahan yang bisa kita bantu saja yang kita masukkan," tutup Ridwan.
(kst/ugo)