JK Puji Kinerja Polri Amankan Perhelatan Besar di Indonesia

tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 00:34 WIB
JK Puji Kinerja Polri Amankan Perhelatan Besar di Indonesia Wakil Presiden Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memuji kinerja Polri selama penyelenggaraan kegiatan bertaraf regional dan internasional seperti Asian Games, Asian Para Games, hingga pertemuan Bank Dunia dan Yayasan Moneter Dunia (IMF) yang dinilai berjalan aman dan lancar.

JK mengatakan, tiga acara besar itu menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara yang aman, meski sempat diserang ancaman teror pada awal tahun ini.

"Saya terima kasih ke polisi/TNI karena tiga peristiwa besar di republik ini semua aman," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara seminar Sespimti Polri, di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin (15/10).
Menurut JK, apabila terjadi gangguan selama acara akan berdampak pada kepercayaan dunia terhadap Indonesia.


"Satu saja mercon besar meledak di Bali minggu lalu seluruh dunia akan tahu dan mungkin mereka langsung pulang. Berapa kerugian kita," ucapnya.

Hal itu diyakini akan berdampak pula pada kondisi perekonomian di Indonesia.
"Akhirnya orang akan mengatakan tidak perlu investasi ke Indonesia. Apalagi kalau sampai ada bom betulan, menteri keuangan dari negara lain (misalnya) meninggal di sini, habis kita," lanjutnya.

JK menjelaskan bahwa tiap peristiwa yang terjadi di Indonesia dan manapun selalu berhubungan satu sama lain. Menurutnya, jika keamanan suatu negara terganggu maka otomatis akan berdampak pula pada kondisi perekonomiannya.

"Siapa yang mau investasi kalau sering terjadi kejahatan. Sama seperti siapa yang mau investasi ke negara kacau seperti Afghanistan, Pakistan, kalau sering bom dan penjarahan," tuturnya.

Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur IMF-Bank Dunia merupakan gelaran yang mempertemukan para pembuat kebijakan di sektor keuangan, pelaku bisnis, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan media massa dari 189 negara.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut gelaran yang berlangsung 8 hingga 14 Oktober lalu dihadiri oleh lebih dari 32 ribu peserta. (pris/ayp)