Analisis

Cerita Prabowo soal Rizieq yang Semakin Moderat

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 06:46 WIB
Cerita Prabowo soal Rizieq yang Semakin Moderat Rizieq Shihab. (REUTERS/Raisan Al Farisi/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedekatan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah tak terelakan lagi. 'Kemesraan' Prabowo dan Rizieq sudah terekam sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu.

Prabowo dan Rizieq hadir bersama di Masjid Istiqlal, usai pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang hitung cepat Pilgub DKI Jakarta, Rabu 19 April 2017. Ketika itu Prabowo bersama jamaah melakukan sujud syukur yang dipimpin Rizieq.
Mereka berdua juga sempat terlihat dalam satu forum yang sama ketika hadir dalam acara 'Selawat untuk Negeri' dalam rangka memperingati Supersemar, di Masjid At-Tin, sebulan sebelum sujud syukur kemenangan Anies-Sandi di Masjid Istiqlal.

Prabowo mengaku sudah cukup lama mengenal Rizieq. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut sosok Rizieq saat ini telah berkembang ke arah yang moderat. Prabowo juga menyebut Rizieq sangat nasionalis dan memegang teguh prinsipnya.


"Jadi saya kenal Habib Rizieq cukup lama, dan saya lihat banyak perkembangan beliau. Saya kira dia tambah moderat, tambah nasionalis. Beliau orang yang sangat teguh pada prinsip," kata Prabowo dalam wawancara khusus dengan CNNIndonesia, Senin (15/10).
Rizieq dikenal orang yang 'keras' terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengan pandangan politiknya. Dia juga sangat kritis kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Puncak sikap politik Rizieq mencuat pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Dia tegas menyerukan kepada warga Ibu Kota memilih pemimpin muslim. Bahkan, Rizieq menjadi salah satu motor penggerak aksi berjilid anti-Ahok.

Namun, usai ditetapkan tersangka dugaan konten pornografi, Rizieq terbang ke Arab Saudi, pada Mei 2017. Rizieq telah menetap satu tahun lebih di Makkah, meskipun Polda Metro Jaya sudah menghentikan kasusnya.
Cerita Prabowo soal Rizieq yang Semakin ModeratPrabowo Subianto. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Prabowo sempat menemui Rizieq di Kota Suci, usai menjalankan Umrah, pada awal Juni 2018. Prabowo bertemu Rizieq bersama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, hingga Tokoh Alumni 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo.

"Mungkin saya merasa bahwa orang semacam ini... Harus kita selalu memelihara hubungan, harus selalu dialog, harus selalu cari jalan tengah," ujar Prabowo.

Prabowo menolak anggapan sejumlah pihak yang menyebut Rizieq mengganggu 'kebinekaan' Indonesia. Menurut mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu, berlebihan jika menyebut Rizieq tak menerima kemajemukan.

"Saya kira enggak seperti itu, saya kira itu sesuatu yang berlebihan," ujarnya.

Prabowo menyebut Rizieq bisa menerima Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta NKRI saat dia meneken pakta integritas yang diajukan oleh GNPF, pada 16 September lalu.

Salah satu poin pakta integritas itu adalah sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

"Anda lihat ada pakta integritas yang kita buat, Anda lihat di situ beliau ikut menerima dengan tegas Pancasila, NKRI, Undang-Undang Dasar 1945, ingin semua agama dilindungi, ingin semua pemuka agama dilindungi, apa yang kurang, apa kurang nasionalisnya?" kata Prabowo.
Mantan Pangkostrad itu sedikit membandingkan Rizieq dengan pemuka agama lainnya, seperti Buddha dan Hindu. Prabowo menilai para tokoh agama pasti akan mempertahankan nilai-nilai, ritual yang mereka anut hingga pakaian yang digunakan.

"Jadi kita jangan alergi. Jadi ada sesuatu tren, di mana orang ini, dia kalau dia yakin dengan keyakinan agama, atau tidak mengganggu kenapa? Kenapa kita harus alergi atau fobia terhadap itu. Ini pandang saya," ujarnya.

Selain bicara tentang sosok Rizieq, Prabowo juga mengutarakan soal alasan memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden, Pilpres 2019, kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo, hingga slogan 'Make Indonesia Great Again' yang akan dirinya gaungkan.

Wawancara lengkap dengan Prabowo ini bisa disaksikan dalam Program AFD Now di CNNIndonesia TV, pukul 21.00 WIB, Jumat 19 Oktober 2018. (fra/dea)