Jokowi Kembali Masuk Daftar Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 00:53 WIB
Jokowi Kembali Masuk Daftar Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam situs themuslim500.com. Dia lagi-lagi dianggap sebagai salah satu dari 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia pada 2018, dan menduduki peringkat 16.

Sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (20/10), situs itu menganggap Jokowi lebih berpengaruh dari ulama kenamaan Arab Saudi, Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh yang menempati posisi ke-17. Sedangkan di atas Jokowi ditempati oleh Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab, Jenderal Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.

Di dalam situs itu ada orang Indonesia selain Jokowi yang dianggap sebagai tokoh muslim berpengaruh di dunia. Namun, peringkat keduanya lebih rendah ketimbang mantan Wali Kota Surakarta itu.
Mereka adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH. Said Aqil Siradj yang berada pada peringkat 22. Kemudian Habib Luthfi bin Yahya yang berada pada posisi 41.


Situs itu menyatakan Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang populer, walau tidak didukung oleh kelompok ulama. Dia juga dianggap sebagai pemimpin sipil pertama karena bukan berasal dari kalangan tentara.

Yang menduduki peringkat teratas dalam daftar itu adalah Imam Besar Masjid Al-Azhar sekaligus Rektor Universitas AL-Azhar, Prof. Dr. Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb dari Mesir.

Hanya saja CNNIndonesia.com belum berhasil mengontak pemerintah Indonesia maupun tim sukses Jokowi buat memberikan pernyataan soal itu sampai berita ini ditulis. Pada tahun lalu Jokowi juga masuk dalam daftar yang sama.
Dalam laman mereka menyatakan diri sebagai lembaga Pusat Studi Strategis Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Bidang mereka adalah melakukan penelitian mandiri, yang juga bagian dari Institut Keilmuan Islam Aal al-Bayt berkedudukan di Ibu Kota Amman, Kerajaan Yordania. (ayp/ayp)