UGM Batalkan Seminar, Tim Prabowo Duga Intervensi Rezim

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 15:21 WIB
UGM Batalkan Seminar, Tim Prabowo Duga Intervensi Rezim Universitas Gadjah Mada larang tim Prabowo gelar seminar. (dok. ugm.ac.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyesalkan pembatalan seminar di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri anggota mereka Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyebut ada indikasi intervensi dari rezim pemerintahan Joko Widodo.

"Ada indikasi intervensi dari acara ini, patut diduga. Ini kemunduran demokrasi, mencederai reformasi, menyedihkan, dan politis," kata Andre saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (13/10).


Indikasi intervensi dari Jokowi, kata Andre, bisa dilihat dari kasus-kasus pembungkaman kebebasan berpendapat beberapa waktu lalu.


Ia mencontohkan beberapa tokoh seperti Sri Bintang Pamungkas dan Al Khaththath diringkus karena kritik terhadap pemerintah. Begitu pula pengadangan aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman beberapa bulan lalu.

"Ini sangat memalukan di era reformasi. Di zaman Pak SBY saja tidak ada seperti ini. Ini sebuah kemunduran," ujarnya.

Selain itu, Andre menilai ada kejanggalan pembatalan acara. Sebab, kata dia, acara itu sudah mengantongi izin dari pihak UGM.

Namun pada Jumat pagi panitia acara dari BEM Fakultas Peternakan dipanggil pihak kampus, ucap Andre. Lalu mereka diminta membatalkan dengan ancaman dikeluarkan dari kampus.

"Kampus jangan tidak netral, apa maksudnya UGM berpihak seperti ini? Jangan cara-cara kekuasaan dihalalkan dalam kampus," ucapnya.


Sebelumnya, Seminar kebangsaan bertajuk 'Kepemimpinan Era Milenial' yang akan diisi oleh mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan di UGM, Jumat (13/10) tak mendapat izin.

Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membantah pembatalan ini politis. Alasannya, ada peraturam di UGM kalau acara harus diselenggarakan pihak kampus.

Namun setelah UGM menelusuri, acara ini digelar organisasi luar yang mencatut logo dan nama BEM Fakultas Peternakan UGM.

"Memang awalnya diizinkan, kami kira itu kegiatan dari mahasiswa. Tapi pas kita selidiki ini bukan kegiatan yg diselenggarakan mahasiswa. Akhirnya tak diizinkan," kata Iva saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (12/10).

(dhf/DAL)