Sandi Enggan Komentari Kasus Dhani, Gerindra Fokus di Ekonomi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 05:32 WIB
Sandi Enggan Komentari Kasus Dhani, Gerindra Fokus di Ekonomi Cawapres Sandiaga Uno saat di Surabaya, belum lama ini. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno enggan mengomentari soal penetapan status tersangka kader Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo.

Sementara, Partai Gerindra enggan mencampuri lebih jauh kasus ujaran 'idiot' tersebut.

"Saya enggak ada komentar," kata Sandi, saat ditanya soal kasus Dhani, di sela-sela kampanyenya di Surabaya, Minggu (21/10).

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno mengatakan pihaknya kini masih memfokuskan langkah pemenangan dengan mengusung program program pembangunan ekonomi.

"Tim nasional dan daerah ingin fokus membangun ekonomi, sekarang ekonomi lagi sulit. Kita ingin bicara bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan, membuat harga-harga sembako murah dan bagaimana orang tua mudah menyekolahkan anaknya," kata Soepri, yang saat itu mendampingi Sandi.

Apakah itu artinya Partai Gerindra membiarkan Dhani sendirian?

Musikus sekaligus politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani.Musikus sekaligus politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Saya kira itu nanti ada mekanismenya. Sebagai kader partai, [Dhani) tentunya kita bantu, tapi kita tidak mau mempolitisasi, kita tidak mau terjun dan masuk ke genderang orang lain, kita masuk ke genderang kami sendiri saja," tutur Soepriyatno.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur telah menetapkan musikus Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada Kamis, (18/10). Dhani dianggap melanggar hukum sebab telah melontarkan kata 'idiot' dalam video yang diunggahnya di media sosial.

"Kami sudah memanggil beberapa ahli bahasa, ahli pidana, kemudian memeriksa saksi-saksi juga, sehingga kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Ahmad Yani Surabaya, Kamis, (18/10).

Kasus ini bermula ketika Dhani dilaporkan oleh elemen ormas gabungan yang mengatasnamakan Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim.

Dhani dianggap telah melecehkan sejumlah massa yang menolak kehadiran dirinya di Surabaya untuk melakukan deklarasi #2019GantiPresiden, beberapa waktu lalu, dan menyebut mereke 'idiot'.

Sop Buntut Dinosaurus

Dalam rangkaian kampanyenya di Surabaya, Sandiaga juga menyempatkan melahap sop buntut di Pusat Grosir Surabaya (PGS), Minggu (21/10) siang. Usai makan, Cawapres Prabowo Subianto itu bahkan mengaku dirinya telah memakan Sop Buntut Dinosaurus.

"Ini makan sop buntut, tapi ini bukan kayak buntut sapi, gede banget, ini buntut raksasa, ini buntut dinosaurus kayaknya, gede banget," selorohnya.

Sandiaga Uno (mengangkat tangan) saat berkunjung ke Pasar Raya Inpres II, Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/18).Sandiaga Uno (mengangkat tangan) saat berkunjung ke Pasar Raya Inpres II, Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/18). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
"Ini buntut sapi dari Jurassic Park, nih," ia menambahkan, sambil mengutip judul film karya Steven Spielberg itu.

Selama melakukan kunjungan di PGS, Sandi mengaku memfokuskan kampanye dengan meninjau langsung sendi-sendi perkonomian di Surabaya.

"Kita lihat antusiasme, animo dari masyarakat, para pedagang, alhamdulillah kita ingin ekonomi kita lebih bergerak lagi," kata dia.

Sandi mengklaim 60 persen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia kini didominasi oleh produk kuliner.

Sementara, kata dia, 97 persen lapangan kerja datang dari sektor UMKM. Jika perekonomian Indonesia ingin membaik, lanjut Sandi, maka UMKM harus menjadi fokus.

"Prabowo - Sandi fokus untuk mendorong UMKM dan ekonomi kecil, dan ekonomi kerakyatan, sehingga nanti tumbuh lapangan pekerjaan dan tumbuh daya beli masyarakat karena penghasilan mereka juga meningkat," ujar dia.


(frd/arh)