Menkes Kesulitan Cari Alternatif Vaksin MR yang Halal

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 11:49 WIB
Menkes Kesulitan Cari Alternatif Vaksin MR yang Halal Menkes Nila F Moeloek memastikan meski tak membatasi waktu, pihaknya tetap mengupayakan agar vaksin MR yang halal segera tersedia. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku tidak mudah mendapatkan alternatif vaksin Measles Rubella (MR) yang halal dan bebas dari kandungan babi.

Pencarian vaksin MR yang halal dan bebas dari kandungan babi merupakan permintaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah menyatakan imunisasi tersebut 'boleh' akibat kondisi darurat dan belum ada yang halal.

Nila menerangkan, perlu tahapan penelitian yang cukup panjang untuk menemukan vaksin pengganti yang halal guna mengganti yang digunakan saat ini.


"Ini memang memerlukan satu penelitian. Kalau pendapat saya, ya ini penelitian ini bukan hanya sekedar dapat terus kita lakukan clinical trial enggak dari sebelumnya. Jadi, ada pra-pra clinical trial yang harus kita lakukan. Jadi ini tidak begitu mudah untuk bisa mendapatkan," ujar Nila di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

"Jadi bayangkan, saya bayangkan saja awam, virus ketemu satu misalnya mau dimasukan ke tubuh kita itu kan enggak boleh bulat-bulat begitu. Malah sakit kita. Nah, itu kan punya proses," lanjut Nila.


Nila mengatakan pihak PT Bio Farma selaku produsen dan penyedia vaksin sudah melakukan penelitian dan terus berupaya untuk mencari vaksin MR yang halal. Perseroan tersebut, sambungnya, pun sudah membuat peta jalan yang melibatkan akademisi dalam membuat vaksin alternatif ini.

"Tidak semudah itu jadi Bio Farma sudah membuat. Dari dulu juga kita selalu, Bio Farma mencoba mencarikan untuk vaksin yang baru atau yang halal dalam hal ini," kata Nila.

Akibat hal tersebut, tegasnya, Kemenkes tidak memberikan target kepada produsen vaksin soal pencarian alternatif yang halal dan bebas kandungan babi.

Menkes Akui Sulit Dapatkan Alternatif Vaksin MR yang HalalMUI telah memberikan pendapat bahwa pemberian imunisasi MR boleh karena kondisi darurat, dan belum ada yang halal. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Pada 24 Agustus lalu, PT Bio Farma sebagai produsen dan penyedia vaksin di Indonesia mengungkapkan mereka sedang melakukan riset terkait dengan pembuatan vaksin MR halal.

Perusahaan tersebut menargetkan vaksin pencegah penyakit measless dan rubella ini bisa diproduksi pada 2024 mendatang.

"Untuk vaksin MR sendiri kita masih dalam tahap pengembangan, kalau target ya cita-cita di 2024 sudah punya juga kemandirian untuk rubella. Kalau measles kita sudah ada, sudah produksi sendiri, hanya memang rubella-nya kita masih terus kembangkan," kata Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto kala itu.

Untuk pembuatan vaksin ini, Bambang mengungkapkan ada tiga hal yang paling mendasar yaitu kualitas, efikasi atau khasiat, dan keamanan. Ketiga syarat ini menjadi komponen penting untuk standar kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Jika telah terbukti berkhasiat dan aman, vaksin akan diajukan untuk registrasi ke Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM). Selanjutnya, akan dilakukan serangkaian verifikasi termasuk audit yang untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.



(SAH/kid)