Kuota Penerimaan Mahasiswa SBMPTN 2019 Naik, SNMPT Turun

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 17:34 WIB
Kuota Penerimaan Mahasiswa SBMPTN 2019 Naik, SNMPT Turun Ilustrasi ujian SBMPTN. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) masih akan dilakukan melalui tiga jalur di 2019. Namun kuota dari ketiga jalur ini diubah.

"Yang melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk PTN) ini minimal 20 persen dan yang melalui SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) minimal 40 persen, dan untuk mandiri maksimum 30 persen," kata Nasir dalam konferensi pers di kantornya pada Senin (22/10).
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kuota penerimaan dari jalur SNMPTN mengalami penurunan dari 30 menjadi 20 persen. Sedangkan, penerimaan dari jalur SBMPTN justru meningkat dari 30 menjadi 40 persen.

Keputusan itu dibuat berdasarkan dua pertimbangan. Kemenristekdikti melihat hasil penelusuran prestasi calon mahasiswa dan hasil evaluasi akademik. Hasilnya ternyata membuat sulit Panselnas penerimaan masuk PTN membedakan mahasiswa yang lebih potensial.


"Kami lihat terjadi kecenderung nilai itu hampir sama semua. Akibatnya diferensiasinya sangat sulit dibedakan. Kesulitan ini menyebabkan kita tidak bisa mengidentifikasi mana yang terbaik antara calon siswa," ujarnya.
"Dari prospektif seleksi setelah masuk ke dalam kuliah ternyata tidak mencerminkan korelasi yang positif yaitu dari jalur SNMPT dibanding jalur SBMPTN sehingga kita turunkan jadi 20 persen," ucap dia.

Sebelumnya, Nasir juga mengumumkan bahwa sistem penerimaan dilakukan tanpa Uji Tulis Berbasis Cetak (UTBC). Penerimaan beralih ke Uji Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan kriteria lain yang diputuskan PTN, namun tanpa wawancara.

UTBK dilaksanakan mulai Maret - Juni 2019 pada hari-hari di akhir pekan. Ujian itu boleh diikuti lulusan SMA sederajat lulusan 2017 atau yang lebih baru, termasuk siswa yang belum memiliki ijazah SMA sederajat.

"Pada tahun lalu kan ada tes wawancara di mana wawancara dilakukan pada masing-masing PTN itu ternyata tidak punya standar yang baik. Oleh karena itu kita terapkan cara lain," kata dia.

Sementara itu, jalur dari mandiri tetap dibuka maksimal 30 persen dari kouta daya tampung tiap prodi PTN seperti tahun lalu. Menurut Nasir, jalur ini tetap dibuka untuk menghindari kekosongan kampus.

"Kenapa ini kita sediakan juga? Karena sering terjadi akibat calon mahasiswa yang memilih [kampus] pilihan pertama akibatnya perguruan tinggi tersebut terjadi kekosongan. Kalau ini tidak diberikan ruang ini akan menjadi masalah pada kuota yang ditetapkan," kata dia.

Kendati demikian, kampus juga diberikan opsi untuk tidak membuka jalur ini sehingga kuotanya 0 persen di jalur mandiri. (kst/dea)