Kawal Aksi Bela Tauhid, 7.633 Personel Gabungan Dikerahkan

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 09:21 WIB
Sebanyak 7.633 personel gabungan Polri-TNI dikerahkan untuk mengamankan Aksi Bela Tauhid di Jakarta, Jumat (26/10). Aksi dipusatkan di kantor Kemenko Polhukam. Ilustrasi bendera tauhid. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan personel gabungan yang terdiri dari Polri dan TNI akan dikerahkan untuk pengamanan aksi bela Tauhid yang merupakan respons atas pembakaran bendera  bertuliskan kalimat tauhid.

"Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 7.633 personel gabungan untuk pengamanan aksi pembakaran bendera HTI," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/10).

Argo mengatakan titik kumpul aksi akan dilakukan di Patung Kuda, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.00 WIB. Nantinya massa akan bergerak menuju ke Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.


Dari surat pemberitahuan yang diterima Polda Metro Jaya, aksi akan dihadiri oleh sekitar 1000 orang.

"Titik kumpul massa di Patung Kuda dengan sasaran aksi Kemenkopolhukam. Aksi akan berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga selesai," tuturnya.

Argo mengimbau supaya aksi dapat dilakukan dengan tertib dan berakhir pukul 18.00 WIB sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga mengimbau supaya tidak ada massa yang membawa senjata tajam dan tidak ada ucapan dengan kalimat yang dapat memicu keributan saat aksi berlangsung.

"Diimbau supaya aksi dapat berlangsung dengan tertib, tidak membawa sajam dan tidak mengucapkan kalimat yang dapat memicu keributan," ucapnya.

Aksi ini diketahu diinisiasi oleh Barisan Nusantara Pembela Tauhid (BNPT). Pamflet pemberitahuan aksi ini beredar di aplikasi pesan WhatsApp.

Aksi Bela Tauhid ini merupakan respons atas pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU di Garut, pada Senin (22/10).

(gst/arh)