BPOM Pastikan SKM Produk Susu, tetapi Bukan Pengganti ASI

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 16:39 WIB
BPOM Pastikan SKM Produk Susu, tetapi Bukan Pengganti ASI Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan susu kental manis (SKM) termasuk dalam kategori produk susu. Keputusan ini dikeluarkan bersamaan dengan terbitnya aturan label pangan olahan  dalam  Peraturan Kepala (Perka) BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi Peraturan BPOM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan. 

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan adanya peraturan BPOM yang baru diharapkan bisa meluruskan kabar simpang siur sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar. 

"Susu kental manis itu aman tapi bukan sebagai pengganti ASI," kata Penny di Jakarta,  Jumat (26/10).
Untuk menghindari penggunaan SKM sebagai pengganti ASI, BPOM mewajibkan produk SKM mencantumkan keterangan bahwa produk tersebut bukanlah pengganti ASI. 


Sebelumnya, SKM hanya diwajibkan untuk mencantumkan keterangan tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan,TettyHelferySihombing menambahkan,BPOM akan terus melakukan sosialisasiPerka tersebut kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di industri susu dan produk olahan susu.

Selain itu, katanya, sosialisasi dilakukan sekaligus untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh. 

"Kami ada bagian yang khusus untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat," kata Tetty.

Beberapa waktu terakhir, sebagian pihak menggulirkan pernyataan yang berupaya mengaburkan posisi SKM dengan menyatakan produk ini bukan susu atau tidak memiliki kandungan susu. Hal ini diinformasikan melalui Surat Edaran yang diterbitkan Mei lalu. (ain/dea)