MA: Empat Hakim Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610

Tim, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 16:51 WIB
MA: Empat Hakim Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610 Mahkamah Agung memastikan ada empat orang hakim menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Agung (MA) memastikan ada empat orang hakim menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Sebelumnya dikabarkan ada tiga hakim yang menjadi korban pesawat jatuh tersebut.

"Untuk sementara informasi yang kami peroleh ada empat aparatur pengadilan di pesawat, yaitu tiga orang hakim pengadilan tinggi dan satu orang hakim tingkat pertama," ujar juru bicara Suhadi di gedung MA, Jakarta, Senin (29/10).

Keempat hakim itu yakni hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Rijal Mahdi, Hasnawati, Kartika Ayuningtyas Upiek, dan hakim Pengadilan Negeri Koba Ikhsan Riyadi.

Suhadi mengatakan keempat korban itu rencananya kembali menjalankan tugas sebagai hakim di Pangkal Pinang. Para hakim yang ditugaskan di luar kota, kata dia, memang kerap pulang ke Jakarta pada hari libur.


"Jadi mereka akan kembali ke tempat tugasnya setelah hari libur Sabtu-Minggu," katanya.

Sementara itu Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah mengatakan, Ikhsan merupakan hakim yang baru saja dimutasi dari PN Marabahan, Kalimantan Selatan ke PN Koba di Bangka Belitung.

PN Koba termasuk salah satu dari 85 pengadilan tingkat pertama yang baru diresmikan oleh MA beberapa waktu lalu. Keberangkatan Ikhsan ke Pangkal Pinang, kata Abdullah, bertujuan melaporkan kepindahannya ke PN Koba.

"Ya ini dia mau melapor untuk melaksanakan tugas, karena kalau mutasi harus lapor dulu kan," ucapnya.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 milik Lion Air dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

(pris/gil)