Hal itu ia sampaikan untuk merespon politisi Gerindra, Ferry Juliantono yang menilai Jokowi mulai kehabisan cara untuk meningkatkan elektabilitasnya, hingga harus menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu.
"Keinginan atau tuntutan untuk menggratiskan tol Suramadu sudah dari [tahun] 2016 lalu dari masyarakat Madura sendiri," kata Ace saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TB Ace Hasan Syadzily. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
Karena itu, momentum pembebasan tarif itu dilakukan agar pemerataan ekonomi dari Kota Surabaya dapat berdampak positif ke Pulau Madura.
Ia mencontohkan pembangunan Jokowi di provinsi Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat masif dan mendapatkan dukungan dari masyarakat dan kepala daerah setempat.
Jokowi-Jusuf Kalla pernah kalah dari pasangan Prabowo-Hatta di wilayah Sumatera Barat dan NTB di Pilpres 2014.
"Bisanya kalau di daerah itu kalah yaudah tinggalin aja, karena dia tidak memilih kita. Tetapi justru sebaliknya apa yang dilakukan Pak Jokowi serius terhadap daerah yang pada 2014 lalu kalah," katanya.
TB Ace Hasan Syadzily. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)