Menkes Sebut Ada Sejumlah Dokter di Pesawat Lion Air JT-610

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 00:56 WIB
Menkes Sebut Ada Sejumlah Dokter di Pesawat Lion Air JT-610 Menkes Nila Moeloek menyatakan salah satu dokter korban Lion Air JT-610 baru lulus spesialisasi penyakit dalam dan dapat tugas wajib di Pangkalpinang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan ada sejumlah dokter dan satu staf dari kantor kesehatan menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Nila datang untuk menemui keluarga mereka yang menjadi korban di RS Polri Jakarta, Senin malam (29/10).

"Kami ada satu staf dari kantor kesehatan pelabuhan dan ada satu dokter baru lulus untuk penyakit dalam yang mendapat tugas wajib kerja di Pangkalpinang dan dua dokter Puskesmas," ucap Nila.


Nila mengatakan dua dokter Puskesmas yang dimaksud adalah dokter gigi dan dokter umum. Dokter gigi yang menjadi dokter, kata Nila, berada di dalam pesawat bersama suami dan anaknya.

"Kami mau mendapatkan informasi atau bertemu keluarganya jika yakin benar dengan kejadiannya," ucap Nila.


Nila lantas mengucapkan duka cita yang mendalam terhadap korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-601. Terlebih, ada sejumlah pegawai pemerintahan yang turut berada di pesawat.

Nila mengatakan pihaknya berencana memberikan bantuan berupa santunan kepada pegawai Kemenkes dan dokter yang menjadi korban kecelakaan.

Meski begitu, dia enggan merinci bentuk bantuan yang dimaksud. Menurutnya, saat ini lebih baik berduka cita terlebih dahulu.

"Tapi saya rasa kita Jangan bicara itu. Kita harus yakin dulu. Jangan bilang dulu begitu," ujar Nila.

'Meninggal dalam Tugas'

Sebelum Nila, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sempat mendatangi RS Polri Kramat Jati. Dia menemui keluarga korban yang tengah memberikan identitasnya kepada pihak rumah sakit.

Sri Mulyani mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban kecelakaan pesawat.

Dia berharap para keluarga benar-benar mendapat informasi valid dari RS Polri yang tengah mengidentifikasi jasad.


"Kami membentuk juga crisis center di Halim, karena keluarga mengharapkan lebih dekat RS Polri di sini, agar mereka bisa segera mendapat identifikasi mengenai keluarga yang mengalami kecelakaan," ucap Sri.

Sri lalu mengatakan ada puluhan pegawai dari jajaran Kemenkeu yang menjadi korban. Ada 12 staf dari Ditjen Pajak yang bertugas di kantor pelayanan Pangkal Pinang.

Ada 6 orang dari Ditjen Perbendaharaan, ada 3 orang dari Ditjen Kekayaan Negara.

"Juga tadi korban yang berasal dari BPKP, itu pasangannya adalah dua orang kebetulan adalah pasangan dari jajaran Kemenkeu," kata Sri.

"Mereka semua meninggal dalam tugas, dan untuk keluarganya mendapat kesabaran dan ketabahan. Kami dari Kemenkeu akan terus membantu keluarga mereka untuk terus bisa melalui proses ini," ucap Sri.

"Kemenkeu akan terus bangkit kembali agar kami terus bisa menjaga tugas dan fungsi kita," lanjutnya. (bmw/end)