"Kami inisiatif sendiri, kebetulan sudah sering terlibat, terakhir insiden Air Asia kemarin. Kalau ada musibah otomatis kami ikut membantu," kata salah satu penyelam Alan Pella saat ditemui di Pos Evakuasi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Alan mengatakan bantuan mereka lakukan secara suka rela. Begitu pula dengan peralatan menyelam yang mereka bawa sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai prosedur, setelah waktu yang ditentukan, penyelam harus kembali naik ke permukaan. Tim berikutnya melanjutkan pencarian.
"Sampai saat ini kendalanya masih lumpur. Sekitar satu meter dari dasar laut, itu lumpurnya naik," ujarnya.
Selain evakuasi korban, Tim SAR Gabungan juga menemukan serpihan puing pesawat dan barang-barang lain. Barang-barang hasil pencarian hari pertama insiden JT-610 dijejerkan di Pos Evakuasi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, sejak pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ada barang-barang yang diduga milik penumpang seperti kartu identitas, dompet, dan uang tunai.
Selain itu, ada pula barang-barang yang diduga serpihan dari pesawat, seperti bangku penumpang berbahan busa.
Bau anyir menyertai barang-barang yang diangkut oleh berbagai kapal yang dikerahkan Tim SAR Gabungan ini.
Tim SAR Gabungan mengelompokkan barang-barang itu berdasarkan identitas penumpang. Meski begitu, kepolisian belum bisa membagikan hasil pengecekan temuan ini ke publik.
"Selanjutnya kita akan bawa ke RS Polri. Belum tahu ada berapa, masih dicek," ucap dia. (dhf/wis)