Polisi Selidiki Hoaks Penculikan Anak di Medsos

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 13:16 WIB
Polisi Selidiki Hoaks Penculikan Anak di Medsos Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyelidiki kasus penyebaran berita bohong alias hoaks tentang penculikan anak yang terjadi masif lewat media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihaknya tengah menganalisis dan memverifikasi berita-berita penculikan anak tersebut dan segera mengungkap yang bersifat hoaks secara tuntas.

"Sedang dianalisis dan diverifikasi berita penculikan yang diposting di media sosial tersebut. Postingan di media sosial adalah hoaks dan akan segera kami ungkap secara tuntas, termasuk penyebarnya," kata Setyo di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (31/10).


Dia melanjutkan, pihaknya pun tengah menyelidiki apakah pihak-pihak yang menyebarkan berita hoaks seputar penculikan ini tergabung dalam satu kelompok atau sindikat tertentu. Penyelidikan itu ditempuh dengan meneliti keterkaitan antara satu akun dengan akun media sosial lainnya.

Jenderal bintang dua itu berkata, sebanyak enam akun media sosial sedang dalam tahap penyelidikan polisi.

"Masih kami dalami apakah ini satu rangkaian, ada kaitannya, apakah ada hubungannya atau tidak," ucap dia.

Lima Hoaks Penculikan Anak

Setyo pun membeberkan terdapat lima berita hoaks soal penculikan anak yang telah ditemukan oleh polisi.

Pertama berita kasus penculikan anak di Pontianak, Kalimantan Barat pada 19 Oktober 2018. Berita itu hoaks karena foto pelaku yang diedarkan di media sosial diambil dari kasus pencurian telepon seluler di Kabupaten Bogor pada 16 Oktober 2018.

Kedua, berita penculikan anak di Cakung, Jakarta Timur yang menyebut anak dikembalikan ke orang tua dengan kondisi mata telah diambil pada 21 Oktober 2018. Berita itu hoaks karena foto anak yang beredar di media sosial merupakan seorang anak yang meninggal karena kelelahan setelah bermain sepeda dengan temannya pada 20 Oktober 2018. 

Kemudian, berita hoaks lain adalah viral penemuan mayat anak Kemayoran, Jakarta Pusat dengan kondisi organ dalam tubuh yang telah diambil pada 24 Oktoher 2018. 

Berita itu hoaks karena foto yang digunakan merupakan foto penemuan mayat yang diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada 24 Oktober 2018.

Kemudian, ada lagi berita hoaks soal penculikan anak yang menyebutkan bahwa seorang anak diculik dengan organ tubuh bagian dalam yang diambil di Jakarta Utara pada 24 Oktober 2018.  

Setyo berkata anak yang bernama Muhammad Rizki Raputra itu memang sempat meninggalkan rumah untuk mencari ibunya dengan berjalan kaki dari rumah sampai di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Ancol, Jakarta Utara. Kemudian, anak itu ditemukan oleh warga dan diantar ke rumahnya.

Berita hoaks seputar kasus penculikan anak juga ditemukan di Kabupaten Kerinci, Jambi, 17 Oktober 2018. Berita penculikan anak di Kerinci ini diambil dari kasus orang yang mengalami gangguan jiwa di Jambi pada  tgl 27 Oktober 2018.

Pelaku pun diduga menggunakan foto yang diambil dari berita penculikan anak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 23 Maret 2017. 

Namun demikian, Setyo melanjutkan, pihaknya menemukan satu berita penculikan anak yang benar, yakni terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali pada 28 Oktober 2018.


Dia pun menyatakan, penyelidikan ini dilakukan karena berita-berita hoaks soal penculikan anak ini telah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan (Wakabaintelkam) Polri ini pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dalam menyikapi berbagai berita ini dan waspada dengan tidak langsung menyebarkan berita itu kembali.

"Tetap waspada dan hati hati, itu penting," kata Setyo. (mts/sur)