Gelar Indo Defence, Kemenhan Incar Afrika dan Asia Tengah

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 01:55 WIB
Gelar Indo Defence, Kemenhan Incar Afrika dan Asia Tengah Ilustrasi pameran alutsista. (ANTARA FOTO/Noveradika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan akan menggelar pameran industri pertahanan bertajuk Indo Defence 2018 Expo & Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 7-10 November.

Ajang ini diharapkan jadi sarana mendapatkan pasar baru bagi industri pertahanan dalam negeri dari negara-negara Asia Tengah dan Afrika serta transfer teknologi dari industri pertahanan luar negeri.

Direktur Jendral Potensi Pertahanan Kemhan Bondan Tiara Sofyan memprediksi peserta yang ikut serta dalam pameran ini sebanyak 867 perusahaan dari 59 negara.



Menurutnya, ada puluhan delegasi resmi dan kementerian pertahanan dari negara sahabat seperti Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia dan Uni Emirat Arab yang akan hadir pada pameran tersebut.

Bondan menyebut ajang Indo Defense 2018 ini turut menggelar Forum Bisnis yang bertemakan "Promoting National Defence Industry". Forum bisnis ini sebagai sarana untuk mempertemukan para calon negara pembeli dengan para pemain industri pertahanan dalam negeri.

"Dari negara-negara pasar baru yang non-tradisional semisal dari Afrika, dan juga dari Asia Tengah seperti Bangladesh," kata dia, di Jakarta, Rabu (31/10).

Kendaraan tempur Anoa di pabrik PT Pindad, Bandung, 2014.Kendaraan tempur Anoa di pabrik PT Pindad, Bandung, 2014. (Adhi Wicaksono)
Salah satu yang dipasarkan adalah tank medium milik PT Pindad hasil kerjasama dengan FNSS Turki.

"Kita berharap pada tahun ini kita akan me-launching medium tank yang diproduksi PT Pindad," kata dia.

Tank Medium ini memiliki bobot tempur seberat 32 ton yang dilengkapi transmisi otomatis dengan kecepatan maksimal 70 km/jam. Armada ini disebut dapat menampung tiga orang personel. Senjata utamanya berupa turet kaliber 105 mm dengan daya hancur besar.

Selain PT Pindad, industri pertahanan dalam negeri yang akan memamerkan produknya di gelaran ini di antaranya adalah PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Len, PT Dahana, PT Sritex, PT Sentra Surya Ekajaya, PT Ridho Agung.

Sementara, perusahaan alutsista asing yang menjadi peserta pameran ini di antaranya Rheinmetal, SAAB, Lockheed Martin, KAI, FN Herstal, Beretta, Excalibur, SVOS, Nexter, Reutech, Turkish Aerospace Industries, Inc., Polish Armanent Group/PGZ.

Senada, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut ajang ini harus dimanfaatkan industri pertahanan dalam negeri agar dapat menjalin kemitraan dengan pelaku industri pertahanan luar negeri.

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, di Jakarta, 2017.Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, di Jakarta, 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Ajang ini untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan lokal dengan cara membangun kemitraan dengan pihak asing," kata dia.

"Sebagai sarana yang efektif untuk menjalin kontak bisnis dan transfer teknologi, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia," imbuh mantan Kepala Staf TNI AD itu.

Ruang pameran ini sendiri akan dibuka untuk umum mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB (7 November 2018), 10.00 WIB hingga 17.00 WIB (8-10 November 2018). Diharapkan, ajang ini dikunjungi oleh 25 ribu orang.

Pameran ini juga disebut akan menampilkan pertunjukan langsung atau live demonstration alutsista di luar ruangan dua sesi per hari, yaitu pukul 11.00 WIB dan 15.00 WIB.

Diketahui, Indo Defence Expo & Forum telah diselenggarakan sejak 2004. Tahun ini, pameran tersebut mengusung tema 'Building Global Defence Partnership to Secure the Future'.

(rzr/arh)