Gubernur Babel: Keluarga Minta Pencarian Korban Dipercepat

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 19:19 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 meminta agar pencarian dan proses identifikasi dipercepat. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan Lion Air JT-610. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menyatakan sejumlah anggota keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang berasal dari Bangka Belitung meminta proses pencarian dan identifikasi korban dilakukan dengan cepat.

"Tadi kami ketemu dan mereka tidak ada keluhan, cuma keluh kesahnya minta cepat. Semua minta cepat," ujar Erzaldi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (31/10).

Erzaldi secara pribadi memaklumi keluh kesah para keluarga korban. Namun, ia mengaku sudah menjelaskan bahwa Polri telah maksimal untuk mengidentifikasi korban yang telah ditemukan oleh Badan SAR Nasional.
Totalitas Kepolisian, kata dia, terlihat dari proses identifikasi yang dilakukan 24 jam. Ia juga berkata laboratorium forensik di RS Polri selalu siaga untuk mengidentifikasi korban yang dikirim oleh Basarnas selama proses pencarian.


"Kami meyakinkan itu dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ketika sudah mendapat kejelasan dan sudah teridentifikasidan, kalau itu adalah warga di Bangka Belitung kami dari pemerintah sudah menyiapkan segala sesuatunya," ujarnya.
Gubernur Babel: Keluarga Minta Pencarian Korban DipercepatKantong jenazah berisi potongan tubuh korban Lion Air JT-610 di RS Polri Kramatjati. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Di sisi lain, Erzaldi mengatakan sejumlah keluarga korban meminta media tidak mempublikasikan foto barang pribadi milik korban pesawat Lion Air JT-610, seperti KTP secara berulang. Ia berkata hal itu membuat keluraga korban semakin sedih.

"Jadi mereka minta kebijaksanaan media. Mungkin sedikit dikaburkan (gambarnya)," ujar Erzaldi.

Pesawat Lion Air JT-610 dengan register PK-LQP jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10). Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 06.20 WIB.
Terdapat 189 orang di dalam pesawat Lion Air tersebut yang terdiri atas 181 penumpang (2 bayi, 1 bocah), dan delapan awak.

Hingga Rabu (31/10), Tim SAR Gabungan telah mengumpulkan 49 kantong jenazah. Kantong-kantong tersebut berisi potongan-potongan tubuh korban, sehingga menyulitkan identifikasi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri juga telah mengambil sampel DNA milik keluarga korban untuk dicocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan.

(jps)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK