100 Penyelam Sisir Lima Titik Pencarian Lion Air JT-610

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 14:58 WIB
100 Penyelam Sisir Lima Titik Pencarian Lion Air JT-610 Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL akan melakukan penyelaman untuk mencari Lion Air JT-610 di laut utara Karawang. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 100 penyelam tim SAR Gabungan diterjunkan ke lima titik lokasi pencarian diduga bangkai pesawat Lion Air JT-610 di laut utara Karawang hari ini.

"Kurang lebih 100 orang penyelam dibagi di 5 titik. Kami sampaikan nanti akan kami pastikan dari hasil operasi pada pukul 19.00 objek yang diperkirakan di sekitar pantai Tanjung Pakis (Karawang) apakah badan pesawat atau bukan," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzah dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).


Didi mengatakan pencarian bawah laut itu menggunakan bantuan deteksi sonar dari KRI Rigel milik TNI AL serta Kapal Riset Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta kapal dominus dari Pertamina.


"Penyelaman dilibatkan di lima titik dari area yang diperhitungkan sejauh 15 nautical mile. Sudah dilakukan penyelaman pada titik-titik yang dilakukan untuk beberapa daerah unit di permukaan air," kata Didi.

"Tempat luas area pencarian seluas 16 nautical mile, lalu di bawah permukaan air 27 nautical mile, dengan ketentuan dan pencarian di permukaan air 39 nautical mile," sambungnya.

Terkini, seperti dikutip Detik.com, KR Baruna Jaya I menemukan sinyal kotak hitam (black box) Lion Air JT-610 sehingga diturunkan alat ROV untuk mendapatkan visual.

"Ditemukan indikasi sinyal black box berdasarkan ping locator," kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan M Ilyas di atas KR Baruna Jaya, Rabu (31/10).

100 Penyelam, Lima Titik Pencarian Lion Air JT-610 Hari IniPenyelam Basarnas terjun ke laut untuk mencari korban dan bangkai pesawat Lion Air JT-610 di laut utara Karawang. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Ilyas mengatakan ada tiga objek yang diduga terkait Lion Air JT-610. Objek itu dinamai C30, C31, dan C38. Oleh karena itu, katanya, penurunan ROV untuk mendapatkan kesahihan temuan.

"Jadi ini akan ada operasi triangulasi untuk meyakinkan juga, menjadikan posisinya," ujarnya.

Sebelumnya, KRI Rigel pun mendeteksi ada objek diduga badan pesawat Lion Air JT-210 di dua titik. Tim selam pun diturunkan ke dua titik tersebut, namun yang didapatkan ternyata hanya bangkai kapal.

Dari hasil operasi pencarian dan evakuasi, Didi mengatakan tim SAR Gabungan telah mengumpulkan 49 kantong jenazah yang langsung dikirim ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi.

Pesawat Lion Air JT-610 dengan register PK-LQP itu diduga jatuh di Laut Karawang pada Senin (29/10). Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu hilang kontak setelah 12 menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 06.20 WIB.

Terdapat 189 orang di dalam pesawat Lion Air tersebut yang terdiri atas 181 penumpang (2 bayi, 1 bocah), dan delapan awak.

(mts/kid)