Pendaftaran Rumah DP Nol Rupiah Dilakukan Secara 'Offline'

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 00:56 WIB
Pendaftaran Rumah DP Nol Rupiah Dilakukan Secara 'Offline' Sempat disebut akan membuka pendaftaran secara online dan offline, kini Pemprov DKI menyebut pendaftaran rumah DP nol rupiah dilakukan di loket kantor walikota. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan pendaftaran program hunian rumah dengan DP nol rupiah atau yang diberi nama Samawa akan mulai dibuka pada 1 November secara luring atau offline.

Pemberitahuan tersebut disampaikan oleh Pemprov DKI melalui unggahan di media sosialnya. Dengan pengumuman pendaftaran secara offline tersebut, peminat program Samawa harus mendatangi ke sejumlah lokasi yang sudah ditentukan.

Ada tujuh lokasi yang sudah ditentukan Pemprov DKI sebagai tempat pendaftaran, yaitu di seluruh kantor walikota, kantor Bupati Kepulauan Seribu, dan Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.


Dalam pengumumannya, Pemprov menyatakan peminat harus mendaftar secara mandiri atau melalui loket.

[Gambas:Instagram]

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 12 Oktober lalu menyebutkan bahwa pendaftaran memang dibuka pada 1 November.

"Program ini nanti akan mulai dibuka pendaftaran pada tanggal 1 November mendatang," kata Anies di Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, 12 Oktober lalu.

Namun kala itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Meli Budiastuti mengatakan pendaftaran bisa dilakukan secara online maupun mendaftar langsung di loket yang ada di lima kantor wali kota.

Meli kala itu menyebut pendaftaran secara online atau daring dilakukan dengan mengakses laman resmi program DP nol rupiah tersebut di https://samawa.jakarta.go.id.


Sesuai dengan pengumuman di media sosial, laman resmi program Samawa kini juga menyebut pendaftaran dilakukan secara manual dengan mendatangi loket pendaftaran di waktu jam kerja, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Ada beberapa persyaratan bagi masyarkat yang ingin mendaftar dalam program tersebut.

Untuk syarat pendaftaran umum antara lain warga ber-KTP DKI yang telah tinggal di Jakarta minimal lima tahun, tidak pernah menerima subsidi rumah, belum punya rumah sendiri, dan taat membayar pajak.

Kemudian prioritas bagi warga yang telah menikah, berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp7 juta per bulan bagi warga yang terpilih, serta wajib memiliki rekening Bank DKI.

"Kami sudah mempunyai kerja sama dengan Dinas Dukcapil, nanti tinggal kami cek, verifikasi data yang ada di Dukcapil, semua data warga ada di sana," tutur Meli, pada 12 Oktober lalu.


Sedangkan berkas yang perlu dibawa untuk mendaftar adalah Kartu Tanda Penduduk, Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP, dan form permohonan yang didapat di loket serta telah diisi, dan materai Rp6 ribu.

Lalu surat pernyataan atau keterangan tidak pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, dan surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari kelurahan.

Bila semua syarat sudah terpenuhi, maka pendaftar akan masuk dalam kategori lulus tingkat pertama. Setelahnya, akan ada pemeriksaan oleh bank yang bila lolos, akan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

[Gambas:Instagram] (end)