Penyelam TNI AL Cek Kesehatan Sebelum Pencarian Lion Air

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 09:38 WIB
Penyelam TNI AL Cek Kesehatan Sebelum Pencarian Lion Air Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL akan melakukan penyelaman mencari Lion Air JT-610 di laut utara Karawang, 31 Oktober 2018. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Karawang, CNN Indonesia -- Belasan penyelam TNI AL mengantre untuk dites kesehatan di KRI Rigel yang turut dalam pencarian korban dan bangkai pesawat Lion Air JT-610 di laut utara Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11).

Dari 13 penyelam yang dicek kesehatannya saat itu, salah seorang dilarang untuk turut menyelam. Pasalnya penyelam tersebut memiliki tekanan darah 150/100 sehingga tidak diperbolehkan menyelam dan digantikan penyelam lain yang kondisinya lebih prima.

"Kalau kita turunkan penyelam yang lagi sakit, sama saja kita bunuh mereka," ujar Wakil Ketua Tim Penyelam Dislambair Mayor Laut (S) Thomas DF, di atas KRI Rigel, Kamis (1/11).


"Kita [tim] SAR, tapi jangan sampai di-SAR," ujarnya.


Thomas mengatakan tes kesehatan sebelum melakukan penyelaman dalam rangka proses evakuasi Lion Air JT-610 wajib diikuti para penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL.

"Kita cek kesehatan mereka dulu, kalau rendah (tekanan darahnya) akan lemas, kalau tinggi, akan pusing," kata Thomas DF menjelaskan alasan tes yang harus dilakukan sebelum penyelam terjun ke laut melakukan pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air.

Thomas menuturkan selain pengecekan tekanan darah, para penyelam juga wajib melakukan pengecekan alat sebelum melakukan tugasnya.

Pengecekan alat tersebut di antaranya mengecek tabung oksigen serta sejumlah alat selam lainnya.

Rencananya, para penyelam dari Dislambair tersebut akan dibagi ke dua titik pencarian. Titik pertama, pasukan penyelam yang berada di Kapal LCU KRI Banda Aceh 593-1 akan menyusuri lebih lanjut titik yang telah diselami kemarin sore. Dari titik tersebut, para penyelam telah menemukan berbagai benda yang berasal dari pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut.

Untuk titik kedua, penyelam menggunakan Kapal Sounding Vessel (SV) KRI Rigel 933-1 yang akan menyusuri titik baru yang berjarak sekitar 90 meter dari titik kemarin.

(kid/dea)