Bareskrim Selidiki Rekam Medis Pilot dan Teknisi Lion Air

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 10:23 WIB
Bareskrim Selidiki Rekam Medis Pilot dan Teknisi Lion Air Polisi selidiki faktor-faktor nonteknis dalam kecelakaan Lion Air JT-610. Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan pengecekan terhadap rekam medis pilot dan teknisi pesawat Lion Air JT-610. Melalui tim khusus bentukan Bareskrim, personel juga mengambil profil dan latar belakang pilot dari burung besi Jakarta-Pangkalpinang tersebut.

"Tim sudah bekerja," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (2/11).

Dedi menerangkan, Bareskrim fokus untuk mengungkap aspek non teknis penyebab jatuhnya Lion Air JT-610. Menurut dia, Bareskrim juga akan menginvestigasi perjalanan pesawat sejak melakukan penerbangan dari Denpasar, Bali menuju Jakarta hingga akhirnya bertolak ke Pangkalpinang, Bangka Belitung.


"Tugas Polri juga mencoba mengungkap dari sisi nonteknis penyebab kecelakaan pesawat Lion Air," ujar dia.


Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Bareskrim Selidiki Rekam Medis Pilot dan Teknisi Lion Air JT-Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soekarno-Hatta lantaran adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.

Namun, pada pukul 06.32 WIB, pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 itu hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali. Pesawat dengan nomor register PK-LQP membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi tak ada yang selamat dari musibah ini. (mts/ain)