Kemendagri Punya 2 Metode Bantu Identifikasi Korban Lion Air

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 10:02 WIB
Kemendagri Punya 2 Metode Bantu Identifikasi Korban Lion Air Pencaria dan identifikasi korban Lion Air JT 610. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memiliki dua metode untuk bantu identifikasi jasad korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kedua metode itu adalah pengecekan nama di manifes dan pencocokkan sidik jari.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan untuk metode pertama, pihaknya dapat mengecek nama yang tertera di manifes ke basis data kependudukan milik pemerintah. Dari sana bisa diketahui berapa nomor telepon korban sehingga bisa diverifikasi kembali ke pihak keluarga.

"Karena kan nama-namanya yang ada yang sama. Misalnya namanya Karmin, kan banyak sekali Karmin. Nah kita harus lacak satu-satu," ujar Zudan ketika berkunjung ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Kamis (1/11) petang.
Namun, peran manifes dalam metode ini hanya sebagai rujukan. Sebab ada kemungkinan pemilik nama di manifes tersebut batal terbang, memakai nama panggilan, atau berangkat tetapi namanya tak ada di manifes.

"Jadi manifes itu petunjuk, bahan, bukan satu-satunya alat ukur," ucap Zudan.


Metode berikutnya yang dibantu oleh Kemendagri adalah pencocokkan sidik jari korban dengan data sidik jari di basis data pemerintah. Seperti diketahui, basis data kependudukan saat ini menghimpun 10 sidik jari warga saat membuat e-KTP.

Berangkat dari ini, sidik jari jenazah akan dipindai melalui sebuah alat dan dibaca kecocokannya ke basis data. Sidik jari yang dipindai harus lebih dari satu, sebab kalau hanya satu masih ada kemungkinan serupa dengan sidik jari orang lain. Sementara tak ada jaminan jasad yang datang dalam keadaan utuh.

"Kita harus lacak karena sekarang sudah ada kartu prabayar kan terdaftar, dilacak nomor handphone-nya berapa, cek nanti muncul NIK, kita cek ke kartu keluarganya, kita tanya ke keluarganya benar enggak saudaranya ini naik pesawat ini. Kalau dijawab iya, berarti mulai mendekati," ujarnya.

Pun ketika ada jasad yang sudah teridentifikasi, mereka tetap mengecek ulang ke basis data untuk memastikan bahwa identitas jasad itu tepat 100 persen.

Tim evakuasi masih melakukan pencarian korban. Hingga per Kamis (1/11) sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah korban yang dievakuasi sudah sebanyak 65 kantung jenazah dalam bentuk bagian tubuh. Kantung ini sudah langsung diserahkan ke RS Polri Kramat Jati.

Sementara di RS Polri, korban yang sudah diidentifikasi baru Jannatun Cyntia Dewi, perempuan asal Sidoarjo. Identifikasi belum banyak membuahkan hasil karena informasi yang dikandung di jenazah yang sudah ditangani oleh tim disaster victim identification (DVI) masih sangat minim. (bin/dea)