"Tentu hak seseorang untuk menentukan pilihan politik itu dilindungi oleh konstitusi," kata Maman saat dihubungi, Jumat (2/11).
Yang jelas, aku dia, keturunan Hasyim Asy'ari lebih banyak berada di kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Misalnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar; anak mendiang Presiden keempat RI Abdurahman Wahid Yenny Wahid; serta Irfan 'Ipang' Wahid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut Muhaimin dan Yenny merupakan tokoh NU yang sangat berpengaruh dan memiliki kualitas sebagai politisi terbaik saat ini. Alhasil, Maman tak khawatir suara warga Nahdliyin bakal tergerus karena bergabungnya Irfan Yusuf ke kubu Prabowo-Sandiaga.
Senada, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menyebut dukungan Gus Irfan tidak berdampak signifikan.
"Saya kira [dukungan Gus Irfan] tidak akan memberi pengaruh yang besar atau signifikan. Karena secara umum seluruh keturunan Mbah Hasyim Asy'ari lebih banyak di pihak Pak Jokowi," ujar Karding dalam pesan singkat, Jumat (2/11).
Selain dukungan dari cucu-cucu Hasyim, Karding juga mengatakan Jokowi didukung oleh sejumlah tokoh NU yang berada di partai politik, seperti Muhaimin dan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy.
Terkait para tokoh NU yang mendukung Jokowi-Maruf, politisi PKB ini, menilai mereka memiliki rekam jejak yang panjang, terutama dalam menggalang dukungan. Alhasil, dukungan Gus Irfan itu disebutnya tidak akan menandingi dukungan para tokoh NU di kubu Jokowi-Maruf.
Sebelumnya, Irfan Yusuf Hasyim, yang juga mengaku menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyebut alasannya menerima pinangan tim Prabowo-Sandi adalah karena kondisi Indonesia dalam empat tahun terakhir era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang penuh pertentangan di masyarakat.
(rzr/panji)